Living Journal

a life time journey 세상에소리질러:사랑해

Missing Another Family Member

Hari Selasa, jam 5.30 sore Khiu John meninggal.

gua masi inget kabar pertama kali dia sakit dari mami. khiume bilang dia alergi, badannya bengkak. akhirnya disaranin berobat ke serukam, tempat dokter misionaris pelayanan. dokter ini dulu sempet ngerawat mami.

dokter serukam nemuin kemungkinan Khiu2 kena LUPUS, jadi dia langsung minta kami bawa dia ke jakarta untuk berobat.

sampe jakarta, ketemu di internet satu rumah sakit tempat Prof. Zubairi praktek. dia itu dokter yang paling baik menangani lupus.

tapi masalahnya, lupus bukan penyakit yang punya pola khusus. beda orang, bentuk serangannya beda. ternyata khiu John termasuk yang ganas.

penyakit ini gak menular, tapi mematikan.

kondisinya sempet membaik, tapi secara keseluruhan terus menurun.

Papi pernah bilang waktu doa keluarga. kita engga tau kehendak Tuhan dibalik semua ini apa. khiu2 kena penyakit yang siapa pun gak bisa obati, gak tau gimana cara buat semuanya lebih baik. semuanya serba bingung dan pasrah.

akhirnya kemarin dia pulang ke Bapa. sediiihh bgt liat kenyataan seperti ini. Viona masih kecil, Julio juga belum bisa jadi penopang keluarga. waktu papi bilang khiu John udah meninggal, satu2nya yang ada dipikiran gua ya mereka, anak2 khiu John. kasian Viona. dia masih kecil banget... diumur segitu dia sudah harus tau tentang kematian. inget kaya bgtu aja hati gw sedih bgt...

tapi ada satu kesaksian yang indah dari khiu John.

selasa sore jam 4-an, dia bilang sama mami kalo dia liat banyak malaikat dilangit.

Khiu Joseph bilang john terus liat ke langit2. tapi mukanya engga sedih dan gak keliatan menderita. joseph bilang muka john seneeengg bgt.

Dia bilang, " Ce, ada malaikat". terus mami tanya, " banyak engga?" "iya, banyak sekali ce, bagus keliatannya. bagus sekali."

lalu mami bilang, " Kamu ikut aja John. Tuhan jemput kamu."
Lalu Khiu John ketawa. seakan sakitnya sudah sembuh.

satu jam kemudian tanpa gejala apa-apa dia meninggal. kata Joseph mukanya bahagia banget.

Sedih, tapi bahagia dia saat yang sama. dia meninggal dengan hati yang tenang, seperti jatuh tertidur. engga disangka2, khiu John pergi duluan ketemu sama Ama.

masih kuat diingatan gua waktu dulu ketemu dia di singkawang, gua masih kecil banget. dia sempet dateng ke jakarta waktu gua kelas 3 SD. Tahun lalu gua liat dia nangis liat jenasah Ama. Tahun lalu masih bisa foto2 di pantai sama dia. dia bilang dia mau ajarin gua program Pinnacle studio. dia minta gua ajarin edit foto di Adobe Photo Shop. dia bilang dia sukaa banget rekam video orang menikah, dan bikin itu jadi profesinya.

Sebulan yang lalu dia dateng ke jakarta dalam kondisi gak berdaya, dia bilang "Belikan Akhiu program Vista Scene, ya yang paling baru, sama DVD kosong. di glodok ya? tolong ya."

gua berdoa sama Tuhan, " Tuhan dari awal engga pernah menciptakan penyakit Lupus. Viona sama Julio masih terlalu muda untuk ditinggal papanya. Tuhan tolong selamatkan Khiu John. Tapi, Tuhan yang punya rencana. biar kehendak Tuhan yang jadi."

dan Tuhan memutuskan untuk memanggil John pulang padaNya.
Tuhan yang baik sayang sama John. Kami sekeluarga yakin itu.

Makasih, Tuhan. Tolong terus jaga lindungi Kami.

Farewell, John. I Love You.


John di Taiwan, kerja. not sure when this was taken.

0 komentar:

Posting Komentar