Living Journal

a life time journey 세상에소리질러:사랑해

Best Home

Saat pertama kembali kerumah ini, masih rumah yang sama, rumah yang terlihat berantakan; dengan aroma tubuh orang tua yang lembut dan bau kayu yang tua. Rumah yang kurang terurus karena hanya dihuni oleh dua orang tua yang sudah renta dan lemah.

Tapi mereka adalah suami istri, orang tua, kakek nenek yang luar biasa. Semakin lama gue tinggal dan melihat seluruh detail rumah tua itu, gue tersadar bahwa rumah tua ini justru sangat penuh dengan kenangan.

Semakin gue teliti, hati gue makin penuh dengan keajaiban memori rumah itu. Seperti buku harian, rumah itu mencatat kehadiran semua anak, cucu dan menantu yang ada. Mencatat kenangan indah diantara keluarga.

Kakek gue - dari nyokap- seorang pengenang. Sangat menyukai foto dan benda-benda pengingat. Beliau memajang setiap benda dan foto diseluruh rumah. Foto bersama istri, foto sewaktu muda, foto pentahbisan, foto anak-anak, foto pernikahan anak, foto cucu, foto jemaat, kartu nama, piagam seminari, cinderamata pernikahan, dan hadiah ulang tahun sederhana dariku. Menyimpan semua dengan hati-hati seperti benda-benda serapuh kaca dan menuliskan tanggal-tanggal kegiatan.

Beliau sangat penuh kasih dan murah hati. Mungkin menurut sebagian orang kegiatan mengumpulkan-kenangan itu menghabiskan tenaga dan menyita tempat dalam rumah. Membuat debu, tak terpakai, dan berakhir menjadi rongsokan. Tapi beliau sangat menghargai semua pemberian orang sehingga ia menyimpan semuanya.

bahkan hadiah yang gue kasih ke dia pas dia ultah masih disimpen^^ padahal itu cuman saputangan dan kotaknya jelek bgt karena gue bikin sendiri ^^;
perasaan gue campur aduk waktu liat kotak ini di taro di meja bacanya ^^ seneng, terharu, bahagia, dll >.<

Saat gue masih kecil guepikir rumah itu kotor, berantakan dan ga mungkin gue bertahan lama disana. Tapi gue sadar gue bahkan tumbuh dengan perasaan dan kelakuan yang sama dengan kakek. Mencintai foto dan menghargai cinderamata. Semua orang mengasihi beliau. Dan aku mengerti kenapa. Kali ini, rasanya gue ingin tinggal selamanya bersama kakek.

Nenek adalah ibu yang baik dan penuh perjuangan. Meskipun ketus, tapi sentuhannya penuh kasih. gue melihat sifat itu dalam diri nyokap gue, kakak nyokap dan adik-adik nyokap. Ia seorang ibu yang mendidik anak-anaknya untuk tumbuh mandiri dan dapat diandalkan. like my mom^^

Kakek nenek adalah anak-anak Tuhan yang setia dan penuh kasih. Selalu saling mendukung dan saling setia. Aku ingin keluargaku sehebat keluarganya. Gue darah daging mereka, semestinya gue mewarisi kesetiaan dan kasihnya.




Kakek , nenek, bahagialah.









Cucu mu Eunike Halim




* sekarang nenek udah gak ada... tapi dia beristirahat dengan senyum seorang ibu tergaris dibibirnya... semua anak dan jemaat yang ia layani sangat menghormatinya... hadir di pemakaman seorang ibu yang luar biasa ini merupakan kebanggaan buat gue... hati gue sangat sedih melihat tubuhnya terbaring di peti mati waktu itu.. but time heals... dan gue sangat sayang sama nenek gue....



ini rumahnya... hohohhoo... enak deh suasananya.. kakek gue suka tanem2 tumbuhan macem2^^

0 komentar:

Posting Komentar