Living Journal

a life time journey 세상에소리질러:사랑해

ternyata benar :)

hari ini gua bersyukur berdoa sejak pagi, dan tetep bersabar sepanjang hari meskipun sulit. karena malam ini segalanya menjadi baik baik saja. :)

ternyata bener, status itu buat gue. ttg tembok, inget?

tapi ada hal yang sebenernya bikin rada2 takut. dia udah cerita sama ci aha siapa tembok itu. Bokap n Kakek gue, yang notabene 22nya pendeta. dia bilang either diperjuangkan, atau MENCINTAI TANPA HARUS MEMILIKI. dan ada pernyataan perasaan dia ke gue lebih dari 50% sudah ada keyakinan dalam dirinya.

sejujurnya gw lega, tapi karena ga denger langsung dari orangnya, rasanya kurang. dan juga dia sempet bilang *sama ci aha* kalo masih ada hal penting yang harus dia bicarakan sama gue. dan tau?

hari ini gw bener2 berasa dia sangat berkonsestrasi sama gue, bahkan ketika kami lagi ngobrol berempat. dia bahkan selalu berusaha mencari celah biar bisa ngeliat mata gue. sepertinya dia tau gua takut liat matanya.

gua engga tau kalo akan jadi seseru ini. dia bilang sama ci aha, dia mengakui keberanian gue. Dan bahkan temen2nya mendukung gue dengan bilang, "kalo gak dikasi kepastian itu kurang ajar namanya. gak boleh gitu. dengan berani ngomong itu berarti dia serius.. kamu sih kerjaannya tebar pesona terus..."

now you know i'm brave? you should now next, that there's no 'ordinary' in my feelings towards you.

lalu ci aha bilang. "Anak itu bukan minta kamu menerima dia, tapi dia hanya ingin tau 'iya' atau 'engga'... "
lalu dia bilang, " terlalu berat untuk mutusin, rintangannya berat. pilihannya adalah berjuang, atau mencintai tanpa harus memiliki. saat ternyata pilihan ke-2 yang ternyata harus aku pilih, aku harap ci aha bisa bantu aku jelasin ke ike."

ci aha bilang, yang bener2 bikin gua bersyukur gua punya dia sebagai temen.

" Tanpa saya harus menjelaskan sekalipun, sebelum memulai, dia sudah tau api apa yang dia nyalakan. dan kalau api itu padam, anak itu udah tau dia engga boleh menyesal. Pak, umurnya mungkin masih kecil. tapi pikiran ike itu bukan lagi pikiran anak2. saya tahu, karena dia sudah jelaskan semuanya. dia mengerti."

lalu dia bilang, "masih ada hal serius yang harus saya bicarakan sama dia."

serius, gua gak tau ternyata hati gue se-nurut itu sama ucapan gue sendiri. selama ini gua bilang "hanya cukup tau pikiran dia aja, gua bakal baik2 aja." tanpa tau apakah bener gua akan baik2 aja setelah tau. tapi ternyata, I'm fine! padahal ini justru masa paling krusial, gua cemas, deg2an, tapi gua engga khawatir atau bahkan terluka! I thanked God because He really protected my heart.

dan akhirnya karena gua bingung harus gimana, gua tulis status di FB

Can't find any better way to explain this to you. Hope this will work; Hey, i just need you to know how i feel. Not to accept it, but to know that how hard it goes, I understand. Thank you :)

gua cuma berharap dia baca status itu, berharap dia ngerti. bahwa apapun yang dia pilih nanti, gua engga pernah menyesal sayang sama dia. dan dia akan tetep jadi temen baik gue.

pria yang lembut, bertutur manis, ceria dan berbakat. he'll remain forever that way, no matter who he love.

dan besok itu hari sabtu. gua berharap 'pembicaraan serius' bakal terjadi besok.

but no, I'm slowly getting better and better, and now i'm ready to be worsened by anything. karena doa gua tetep sama, apapun yang terjadi, jangan sampai hati gua terluka. apapun boleh, Tuhan. asal itu yang Tuhan mau.

:)

0 komentar:

Posting Komentar