ternyata gue dibohongin sama mediator bodoh.
tadi siang, akhirnya gue confirm sama softspoken.
me: " tadi malem..."
him: "?"
me: " errr... tadi malem..."
him: " ada apa?"
me: " ga jadi deh" -buang muka
him: " kenapa? ngomong aja."
me: " bisa nebak ga?"
him: "??" -ngernyit
me: "ga bisa??"
him: geleng2 nahan senyum (he's so sweet when he does this)
me: "..." -buang muka lagi, kali ini karena gua hampir nangis
him: "kenapa ditembak iman yah?"
me: " kok iman??"
setelah interval singkat
me: " CLUE! Wendy!"
him: "wendy? kenapa??"
me: " wendy menjelaskan sesuatu ke ike semalem. dia bilang itu dari kak mesach."
him: " wah wah menjelaskan apa??'
gue liat matanya lekat- lekat, dia sampe kebingungan
me: "lupa? masa gak inget?"
him: "tunggu dulu, dia menjelaskan apa? mendingan ditulis dikertas, dibikin poin2nya, terus sms ke aku."
me: " ike engga terlalu inget."
him: "jangan dong, masa udah lupa???"
me: " ya yang penting intinya kan?"
him: " gak bisa, kak ike tau gak latar belakang aku dan dia membicarakan hal itu apa??"
me: " ya apapun itu yang penting intinya, kan? kak mesach suruh ike berhenti toh?"
him: " loh engga, gak bisa disimpulin gitu dong. kak ike harus tau dulu latar belakangnnya!"
setelah panjang lebar, intinya, si Wendy ini ternyata ada hati sama gue -dulu- dan dia sepertinya kurang suka gue sayang kak mesach. jadi dia bilang gini: " Bro, mendingan kalo menurut gue u jangan mau sama dia... u mendingan sama hamba Tuhan di tambora aja tuh, si ester itu tuh. u mau ga gue sampein ke ike? "
karena si kak mesach engga mau Wendy tau perasaan dia yang sesungguhnya, dia bilang, "iya yah, bro? iya deh tolong... "
dan sampailah berita itu ke gue.
shit, airmata gue gak ada gunanya.
tapi ada hal yang gue tangkep, dia berusaha menyembunyikan kalimat "dia engga ngerti perasaanku yang sebenarnya, dia pikir aku gak ada perasaan apa2. dia main menyimpulkan sendiri aja." sampe dua kali loh. ada sesuatu yang hampir keluar dari mulutnya.
which means, he really have something for me. not sure, tapi gue harap lain kali dia bisa keceplosan bilang terang2an soal isi hatinya... *evil laugh*
tapi gue belajar sih, gue juga ga boleh drowned by this feeling lagi... gue sudah endure semuanya malam itu, lain kali kalo hal terburuk bener2 dateng, gue udah engga se-shock kemaren.
kemudian, malemnya -barusan- dia janji mau menjelaskan. tapi lagi2 dia butuh 'tumbal' ditengah kami berdua. hari ini tumbalnya fani, dulu tumbalnya iman, tata, daniel. hari ini tumbalnya berkurang jadi cuma satu.
terkadang gua suka ngeri sama kemampuan kami memahami pikiran masing2. dia tadi bahkan tau gue pura2 gak ngerti!!!!
dia menjelaskan dengan jalan memutar, -jauh banget sebetulnya- tapi somehow, gue nangkep maksudnya.
dia mengumpamakan dengan sepasang muda-mudi, bersatu tapi di background banyak yang kecewa sama mereka. jadi pasangan ini sama2 punya banyak fans.
dulu, gua pernah bilang sama dia kalau dia punya banyak fans. hari ini dia bilang, " kak ike dulu bilang ke aku tentang banyak fans, hari ini kena getahnya kan? "
"terbukti punya banyak fans itu merugikan. gara2 itu kita di adudomba sama wendy."
kalo mau ditulis (ini bukan ngada2) ada ko isman, bendy, hari ini nambah 2, wendy sama iman. ada ko ali, ko ahok, ko herryanto (33) , ko hendra (34) , ko tedjo, (yang ada embel2 ko itu umurnya rata2 hampir 40) dulu ada apen, juga ada samuel, yang udah married, ko tho nen dan tata tuh sempat sering muji gue juga. belum lagi yudis. *gasp*
belom lagi anak2 cewe, ada santi, fani, ceni, rosi. (kalo mereka sih gue sayang banget sama mereka. anak2 bae semua sih.)
what the?! jumlah gue malah lebih banyak dari dia?!!!
kalo dia gak bilang, serius gue gak sadar sama sekali!!
eh, sumpah loh, gue gak pernah nebar pesona. ini juga engga ngada2, sok ngartis, dll which i really hate to do.
masalahnya digereja gue udah kaya kutu loncat, disegala acara PASTI gue ada, kecuali lansia. yang lain, biasanya gue PASTI -meski kadang suka keki tapi gak berdaya- disuruh bantu2. -itu alasan sesungguhnya kenapa sekarang gue sering suruh ceni gantiin tugas gue foto. maap ya ceni :p-
makanya orang2 itu pasti sebenernya udah empet liat gue mondar-mandir, akhirnya mereka menyalah artikan kebosenan mereka sebagai kagum. that simple, right??
oke, balik balik balik.
nah gue jadi bingung. dia bahkan sampe nyangkut ke married, dia bilang, "bisa bayangin gak waktu married pas ditanya mukse siapa yang ga setuju sama pasangan ini, yang berdiri segerombol, varian umurnya dari muda, tua, kakek nenek sampe cucu2nya -at this rate kayanya dia lebay- nah kalo gitu gimana. satu pasangan bersatu, tapi menyakiti banyak pihak."
sejujurnya gue sedih denger dia ngomong gitu.
karena gue pikir itu isyarat dia putus asa, di akhir gua bilang, " ike gak nyangka bakal jadi sebesar ini."
him: " memang, memang besar sekali sih jadinya."
me: -nerawang-
him: "makanya karena besar itu lah jadi banyak sekali pertimbangan..."
-at this rate, gue ngerasa lanjutan kalimatnya adalah 'untuk jadian'... *ohohoho* entah sih, tapi dia sendiri kok yang suruh gue pede. :p
me: "kak mesach sih dulu ike kasih bendera putih gak terima (maksudnya gue pernah bilang sama dia gue mau nyerah)"
him: -dengan tatapan sendu yang sama seperti waktu itu- "oh engga, jangan gitu dong"
me: -udah kepayahan, bahkan mata gue panas- "ya tapi gimana, udah tau masalahnya besar begini tapi kok ike ga dikasi nyerah?"
him: -engga jawab, cuma mandangin doang.
lalu pembicaraan bener2 terhenti karena ada papi.
hehehe tapi dia masih nunjukin kelakuan manis, kaya tadi siang karena cape tanpa sadar gue menghela napas keras2 sambil bersedekap. lalu disebelah gue -tempat dia duduk main bass- ada suara " cape, ya?"
pas gue nengok, DANG! gue pikir tampangnya bakal dingin -kaya biasa- atau sinis -ngeledek-
tapi ternyata dia kelihatan simpatik. -atau gue salah ngartiin? mungkin sebenernya itu ekspresi dia ngantuk??? hhahahhaha. tapi jantung gue copot lagi, untuk kesekian kalinya. hahahhaa :D
terus terus, ternyata didepan fani dia pernah bilang gini, "kayanya aku harus nyusun ulang jadwalnya deh. kayanya Ike kecapean jadwalnya banyak. dia 'kan main di youth, ku 2, segala macem."
he CARE for me?! astaga. tadi setelah ketangkep basah gue langsung ngeledek dia ," gini nih yang selama ini depan ike bilangnya 'jangan ngeluh dong' bla bla bla. depan fani bisa bilang ike kasihan."
wkwkwkwk apapun itu lah, selama masih bisa sibuk, mendingan sibuk deh, gue berasa berarti. kalo dibiarin kosong, gue malah jadi terlena n males2an. kalo sibuk, gue bisa konsen bahwa pelayanan gue tuh buat Tuhan, bukan karena orang lain suruh gue pelayanan.


0 komentar:
Posting Komentar