Living Journal

a life time journey 세상에소리질러:사랑해

Proud :D

Get prepared, posting ini bakal panjang. (kaya biasa engga ajah- ike ada2 aja deh)

kali ini jurnal perjalanan misi GKJ.

gw dikasi kesempatan sama Tuhan buat ikut, tahun lalu gua ga bisa ikut karena ujian. Know what? the 4 days were AMAZING. positifnya, amazingly touching dan negatifnya amazingly tiring :D sekarang setelah semua selesai dan adrenalin sudah turun, badan gue lenje kaya jelly T.T

Well, tanggal 27 kemaren gue bareng sama:

Ko Michael, Bokap, Ko Min Khiong, Ci Suk Lie, Ko Hon Jung, Andrian, kak Mesach, Robby, Suna, Ing2, Joshua, pak David Purnomo, Suk2 Yunus n Ko Along

Pergi ke Pontianak, tepatnya di jalan Adisucipto Komplek Tirta Ria, Kalimantan Barat. Jam 4.30 pagi kami kumpul di bandara. (foto menyusul :p)

Photo0110 copy

IMG_8781

karena cukup excited, boarding pass pulang pergi gue simpen sampe sekarang :p

IMG_8779 copy

Kami naik sriwijaya air flight sj180, waktu berangkat gue duduk di 21 c. waktu itu Ing ing duduk disebelah gue. asking where he sit at the moment? he's at my right rear :p jadi kalo gue noleh ke ing2, lewat celah tempat duduk gue bisa liat dia dari sudut mata ^^; that's why akhirnya gue melulu liat keluar jendela.

gue ga foto pemandangan langitnya, karena tiap orang pasti pernah liat. tapi luar biasa, hari itu langitnya cerah, awannya lebat berlapis2, dasarnya biru terang, lautnya abu kelam. O.O

Sampe sana Jam 8an, setelah ambil luggage kami sampai penginapan jam 9.30. gue gak sempet foto lingkungannya, tapi kalau nanti ternyata gue dapet, posting ini bakal gw update! tempatnya sudah agak tua, kasurnya bertingkat, satu kamar isinya 4 orang.

IMG_8650

Kami panitia dibagi 2 cottage, since cewe2nya cuma 4, kami bergabung dengan panitia cowo lain dalam satu cottage. yep, his room was next to mine. dia yang menempatkan dirinya di cottage kami. waktu itu gue cuma berdua duduk diruang tamu cottage, lalu dia masuk dan nimbrung. *ohohoho*

di cottage kami ada ko michael, ko min khiong, robby, joshua, ko sentosa, kak mesach, Andrian, Suna, Ing ing, dan gue. juga akhirnya ada 3 orang peserta yang digabung ke cottage kami karena kamarnya kurang.

kamarnya agak apek, lantainya kotor dan lembab. sepertinya karena jarang dipakai jadi agak2 kurang terurus. tapi langit malamnya bagus. udara paginya seger dan masih banyak embun. kalau masih asri, berarti banyak serangga dan nyamuk :p begitu sampai, langsung dikasi 3 gigitan sama nyamuk hutan. bekasnya belum hilang sampe gue post ini. ==a

setelah beresin semua barang, kami makan siang. wakakakakak ini sih maksud gue bukan cerita tentang loveline gue sama dia, tapi emang cukup banyak yang terjadi. well, Tuhan memang terlalu baik, melulu ngasih gue bonus XDDDDDDD

tau gak, habis ambil makanan, gue sebenernya ngajakin yang lain rame2 makan diluar. eh malah cuma dia yang ngekor! gua sadar pas dia tanya "makan dimana??"

untung setelah itu andrian juga ikut. kami makan di gazebo (bentuknya JAMUR. gue sebenernya rada gak ngerti. tapi ya gitu lah) dia bilang. "wah pilihanmu luar biasa." wkwkwk entah~ kadang gua bisa sangat engga ngerti jalan pikiran dia. nah baru awal2 aja dia sudah menunjukkan sikap protektif. waktu kami makan 3 anjing yang sangat -beneran- ramah nungguin dengan taat, tapi belakang2 mereka mulai gak sabar dan deket2 gue. nah pas itu dia ngelindungin gue. (semacam itu. not that good, tapi at least dia berusaha)

waktu akhirnya andrian pergi duluan, kami kelar makan (makanan gue gak -bisa- habis karena ditinggal cuma berdua) dan setelah itu gue dapet kesempatan buat tanya keadaan bokapnya.

waktu itu bokap ada diujung lorong, dia bilang "wah ini gawat nih situasinya” -gue sama dia berdua dari tempat ga jelas, habis makan." lalu dia buru2 mendahului gue, dan tanpa sadar gue juga melambatkan langkah. lalu habis itu kami balik ke cottage. gue bilang sama dia, " maaf ya ike jadi beban" setelah diam sedetik dia bilang, "dalam hal apa?" gue jawab, "tau sendiri."

Lalu peserta udah mulai dateng. Setelah tidur sebentar, jam 2 kami pergi makan. Sekarang dia sudah bisa nitip barang. Hahaha. Habis makan, sesi mulai.

Anak-anak yang kami layani ini berasal dari komunitas PAK (pendidikan agama kristen) yang asalnya dari Sambas, Tebas, Sekura, Pemangkat, Palo dsb (daerah yang cukup remote. Yang paling dekat jaraknya 3 jam dari Pontianak. Mudahnya, setiap sekolah ada pembagian agama. Biasanya 3 : Kristen, islam sama katolik.

Nah. Yang menggembalai PAK daerah ini adalah Pdt Herry Cung. Beliau punya kerinduan untuk membawa anak-anak ini jadi pemuda yang tertanam dalam firman yang hidup. Karena itu mereka menghubungi kami dari GKJ untuk melayani anak-anak ini, membuka wawasan mereka akan keselamatan. Karena 99% dari mereka adalah penganut agama buddha, tapi mengambil jurusan agama kristen. Jadi banyak juga dari mereka yang sudah biasa membaca alkitab, mendengar firman, tapi tidak menghidupinya. Tapi engga sedikit juga mereka yang sudah biasa melayani digereja sebagai MC, ketua pemuda, dsb. Halangan mereka biasanya orang tua.

Temanya utama retreat adalah “ Hidup yang bertujuan” karena mereka berasal dari desa, banyak dari mereka yang merasa goal hidup itu adalah menikah. Mereka engga merancang sesuatu yang besar untuk diri sendiri, padahal mereka punya potensi.

Sesi pertama: “Designed For Dignity” ngomongin soal gambar dan rupa Allah. Sesi ini mengajarkan anak2 untuk engga minder, jangan kecil hati, gali potensi dalam-dalam, dan dalam 3 hari kami yang bertugas menggali dan membimbing mereka. Jangan lupa, manusia itu diciptakan dari debu.

Dia pake 2 ilustrasi tentang daun.

Dalam jarak

10 m, daun masih keliatan. Tapi kita sering anggap daun engga berarti.

1 km daun udah gak keliatan

1000 km juga Cuma keliatan ijo2 doang dari langit. individual daunya gak keliatan lagi.

100.000 km engga kelihatan

Sampe satu tahun cahaya, daun udah engga keliatan. Bumi juga udah segede debu.

Mana pantes kita sombong? Kita bukan apa2.

Buat apa kita minder? Ratu inggris sekalipun dari jarak segitu Cuma debu.

Ilustrasi 2

Dari jarak 1 meter daun kelihatan

Lalu didekatin sampe jarak mikroskopik, daun diberikan Tuhan sebuah zat yang tidak dimiliki mahluk lain didunia, yang meskipun kecil, punya dampak besar buat dunia, yaitu chlorophile.

Kenapa harus minder? Kita masing2 punya keindahan dan fungsi sendiri, kok. J

Pembicaranya Ev. David Nugroho yang adalah seorang pembina pemuda di gerejanya. Dia pembicara yang –sangat- baik. Karena dimasa mudanya dia pemuda yang minder, setelah bangkit, dia bisa mengenali dengan baik perasaan anak muda. Dia punya modul dan cara penyampaian yang baik, karena dia memulai dari dalam, lalu membahas hal yang pinggir.

Dihari pertama anak-anak masih segan. Tapi mereka tetap terlihat antusias memuji, dan juga terlihat serius mendengarkan firman meskipun cuaca sangat panas.

Setelah makan malam, sesi kedua dimulai: “ Yesus penyelamatku” . disini ada 2 goal; menantang mereka yang belum tersentuh oleh keselamatan, dan mereka yang sudah percaya tapi ragu akan kemana mereka nantinya dalam kekekalan. Pak David membahas tentang paradigma ‘berbuat baik lalu masuk surga’ yang notabene engga berguna bila engga hidup dalam Tuhan Yesus Kristus. Pada dasarnya manusia engga punya hak selangkah pun masuk ke surga yang mulia dan tidak bercela, tapi seorang Anak Domba sudah di sembelih untuk menggantikan manusia, sehingga ketika Bapa melihat kita, Dia tidak lagi melihat kita sebagai mahluk yang hina dan berdosa, tapi Dia melihat kita melalui mata Yesus yang mengasihi dan memberikan kita kesempatan kedua. Ada cukup banyak anak yang menyerahkan hati mereka dijamah Tuhan, syukur puji Tuhan.

Disesi ini gue, ing-ing dan ci suklie jadi pendoa bagi anak2 perempuan. Kami peluk, dan berdoa bagi mereka. Sejujurnya gw bener2 takut karena merasa engga layak, tapi dari sana gue belajar berserah sama Tuhan, dan kalau Tuhan mau pakai gue dia pasti punya cara. Sebelum khotbah kami persembahan puji dan gerak yang mengatakan banyak orang mencari bahagia, tapi bahagia yang sebenarnya ada dalam Yesus Tuhan yang engga memandang fisik atau latar belakang. Lalu setelah briefing untuk saat teduh hari berikutnya, kami berangkat tidur.

Paginya, gw sama bokap memimpin satu cottage yang isinya 16 orang anak perempuan. 3 diantaranya anak kelas 3. Sisanya campuran antara 1-2. Pagi itu kami ditugaskan mendata siapa yang maju altar call, menegaskan kembali firman malam sebelumnya, dan juga menanyakan siapa yang engga berani berdiri malam sebelumnya. Ada 3 anak yang belum berani menyatakan percaya, karena mereka masih bingung . dalam hati mereka percaya, tapi mungkin mereka belum yakin sepenuhnya –atau mungkin mereka pikir kami mengada2. Setelah minta nomor kontak, saat teduh selesai. Satu anak yang kami tugaskan jadi ketua –namanya Susan- akhirnya merasa tertangkap sama gue. Dia senang karena gw ramah dan mau bantuin dia, sampe akhirnya pas pulang dia sms bilang , “Ce, kangen~” hhahahha lucu banget, soalnya awalnya mereka pikir gw umur 16 –gila juga.

Hari kedua sudah terasa lebih mudah, karena beberapa anak cewe yang malam pertama gue doain sudah bisa tersenyum ramah sama gue. Bener kata alkitab, doa menyatukan hati. Mereka merasa intim setelah kami mendoakan mereka.

DAY 2

Pagi hari tanggal 28, sesi 2 judulnya “Lovestruck- ketika cinta menyapa”

Khotbahnya di selingi Fragmen singkat, sayangnya –ya- gue yang maen dramanya. Ceritanya gue salah bergaul, dan hamil diluar nikah padahal gue masih SMA. ( seragam SMA suna kekecilan di gue, sumpah nyiksa banget makenya O.o)

IMG_8579

Jadi sesi ini memperbaiki paradigma anak-anak tentang pacaran. Sebenernya banyak yang gue dapet dari sesi ini. Bayangin yah, ibu Yohana pake ilustrasinya “ ada seorang anak pemudi yang usianya 19, cowoknya sudah umur 30” andrian langsung ngetawain gue, bahasa tubuh softspoken tegang. Tapi pada banyak poin, dia tersenyum kearah gue, engga mau terlihat sungkan atau apapun. –sejujurnya gue bener2 bersyukur bisa denger sesi ini. Tapi gue pengen tau softspoken berpikir apa mengenai itu. Memang sih, engga bisa mentah-mentah diterjemanih begitu. Tapi gue jadi ragu~ apakah gue mampu berjalan dalam perasaan gue ke dia terus2an, padahal lingkungan jelas2 berjalan kearah yang sebaliknya.

Poin2 oke yang gue dapet :

(gue harap bener gak miss, soalnya gue denger ceramah ini 3x dalam 3 hari karena kami pelayanan ke gereja lain juga membawakan ceramah ini. )

Sebagai cewe, kira mesti bisa jadi

- Joyful helper. Jadi perempuan yang bisa menularkan keceriaan sama pacar

- Diligent caretaker. Gak boleh males

- Dewasa. Engga melulu ngerengek2, harus mandiri, karakter juga mesti oke, ngerti situasi pacar

- Penolong yang baik. Mesti bisa mendukung, ketika pacar sedang lemah, mengerti kata-kata apa yang harus dikeluarkan untuk memotivasi

Beliau juga bilang jadi cewe itu jangan high maintenance, cowo takut karena ngerawat kita butuh banyak duit. Terus, jangan khawatir kalo kita engga terlalu cantik. Karena kuncinya adalah Loveable, dengan begitu siapapun pasti sayang sama kita. Softspoken itu orang yang ramah sekali. Gue ngakuin kalau dia itu bener2 orang yang loveable, terlepas karena gue suka sama dia loh. Karena dia mudah bergaul, dan kalau dia mau, dia bisa langsung jadi sahabat seseorang dalam waktu singkat. Itu karunia dia. Tapi dia sendiri mengaku karakter itu kadang bikin dia sulit karena banyak cewe yang menyalah artikan kebaikan dia. Well, karena dia udah kasih tau gue dari pertama, gue bisa lebih hati2. Tapi ujung2nya tetep aja gue suka sama dia.

Kira2 gitu sih, banyak sebenernya yang gue terima. Tapi yah- nanti deh kalo sempet gue minta modulnya sama pembicara. :p

Tau gak sih, setiap kali gue dengar orang nyebut2 “cinta, sayang, pacar” dikepala gue adanya wajah dia. Gua juga heran kenapa gue bisa mengingat dia sejelas itu di ingatan gue.

Lalu sesi 3: “You are loved, be loveable.”

Ini membicarakan tentang divine love, trust and joy yang bisa membuat kita mencintai, mempercayai dan membahagiakan orang lain, vice versa. Jadi dimulai dari mengalami kasih kristus dulu, hidup dalam kasih itu, baru kita bisa mengasihi orang dengan lebih baik, dan kita jadi pribadi yang loveable. Dengan begitu kita baru bisa jadi berkat.

Tunggu deh, gue lupa yang mana duluan – loveable apa lovestruck- tapi sama aja yang penting intinya. Hahahahaaha

Lalu malamnya KKR 2. Temanya “ Hidup bertujuan”

Kali ini pkhnya sifatnya pengajar, jadi seperti dengar kelas. Malam itu di awal khotbah kami tampilkan drama persimpangan surga neraka. Disana gw jadi Christina, seorang pemudi yang sangat setia melayani Tuhan, tapi ternyata engga masuk surga karena dia pelayanan untuk mencari popularitas. Suk2 yunus (pengajar drama) bilang karakter christina itu kaya gw, aktif banget pelayanan. Jadi waktu tampil, gue menampilkan diri gue aja. Christine ini sahabat baik tokoh utama, dan dia protes kenapa kok Tuhan bilang dia gak kenal Christine. Ceritanya akhirnya christine di seret ke neraka.

Robby mendeskripsikan teriakan gue “ melengking, bikin bulu kuduk berdiri. Padahal gue udah denger teriakan itu 3 kali sebelumnya.” Kata andrian, “ gue pikir oksigen u bakal habis.” Kata kak mesach, “tumben bisa dari hati.” Sedangkan anak-anak pikir gue mirip leony. Gue gak nanya sama mereka loh, mereka melontarkan itu tanpa sadar. Bukan karena pujiannya, tapi gue bersyukur melalui gue, mereka bisa ngerti karakter christina. Mereka bisa ingat ada seseorang yang memerankan christine, anak Tuhan yang dibawa ke neraka ; padahal seumur hidup gadis itu dia melayani Tuhan siang malam. Mereka juga bisa berkaca, gimana motivasi mereka. Jadi waktu latihan, gue pikir gue harus bisa membuat mereka mendengar gue, melihat dan merasakan bersama gue. Gue mau dengan memerankan Christine senyata yang gue bisa, ingatan mereka tentang Christine akan jadi lebih kuat. Makanya waktu diseret iblis gue teriak sekuat yang gue bisa. Sampe waktu peran gue kelar, 5 menit kemudian tenggorokan gue sempet lumpuh, dan sepanjang khotbah maag gue luarbiasa sakit. ==a lain kali engga mau begitu lagi. Efek sampingnya bener2 gak bagus.

Balik balik balik.

Lalu KKR selesai, karena itu malam terakhir, anak2 ngerubutin kami minta nomor telepon dan email. (sumpah gue berasa jadi artis malam itu ==a. Padahal muka gue udah kusut banget gara2 cape.)

Setelah KKR selesai, kami evaluasi. Ternyata dalam perasaan setiap orang ada hal yang sama: mereka takut hal ini berlalu tanpa hal yang berarti. Tapi Pak Gideon dan Bu Yohana mengeluarkan statement yang oke: pada dasarnya kita engga bisa berharap segala sesuatunya berhasil secara instan. Kita harus ingat firman bekerja dalam hati, kita engga tau kedepannya bagaimana. Yang penting sekarang adalah kita tau kita telah menanamkan kebenaran dalam hati mereka. Kalian (kami) sudah bersusah payah membuat mereka mengerti, sudah berdoa untuk mereka, saya yakin Allah kita engga akan membiarkan ini begitu saja. Kalau Tuhan punya rencana, Tuhan yang akan selesaikan semua. Kita sudah lakukan yang terbaik.

Mulai dari kata2 itu selesai, suatu perasaan muncul dihati gua. Hanya, karena malam itu kami sudah terlalu cape, gw ga sadar perasaan apa yang ada dihati gw saat itu. Terlebih lagi, mungkin karena cape, sikap softspoken jadi dingin sekali.

DAY 3

Kami engga bisa makan pagi, karena makan paginya nasi dikasi kuah. :D softspoken datang setelah gw. Pagi itu sesi 4 temanya : “Stepping +pengutusan”

Disini lah gw bener2 disentuh. Engga tau yah, ini bukan pertama kali gua nangis di retreat. Ini memang pertama sejak berapa lama, tapi konteksnya yang pertama kali.

Pak David mengungkapkan, masalah kita bukanlah kita engga bisa menggapai mimpi kita, tapi karena kita terlalu rendah menggantungkan mimpi kita.

Dia kasih sebuah ilustrasi: tentang kamera.

Kamera itu dibuat dengan fungsi mengambil gambar. Oleh karena itu dia diberikan peralatan yang mendukung dan menfasilitasi kemampuan itu, agar tujuan penciptaannya tercapai. Kalau kamera yang sudah dibuat berdasarkan tujuan jelas itu disalah gunakan- misalnya- dipakai sebagai martil atau bandul ketapel tentu bisa! Tapi bukan itu tujuan dia diciptakan. Sebaiknya kamera dipakai untuk mengambil gambar, sesuai dengan tujuan awal, dan juga agar tujuan itu terpenuhi.

Kita punya banyak kesempatan untuk menjadikan diri kita ‘sesuatu’. Tapi masalahnya kita harus tau ‘sesuatu’ itu rencana Tuhan atau bukan? Jangan lupa untuk selalu bertanya sama Tuhan. Jangan melulu pikir ‘ah, tanya Tuhan lagi; tanya Tuhan lagi. Aku sering tanya tapi gak dijawab!’

Karena kalau kita berdoa dengan sungguh dan hidup dalam firmannya, Tuhan akan berikan kesadaran itu. Kesadaran akan potensi dan kemampuan kita.

Gw saksinya. Orang2 tau gue bukan orang yang konsisten. Sejak SMP impian gue terus berubah. Sampai suatu hari bokap bilang ‘doa buat masa depan mu, tanya Tuhan apa yang harus kamu lakukan, kalau memang sudah didoakan dengan benar, Tuhan akan buka jalan.’

Sekarang gua masuk desain, semester pertama gua menjalani kuliah ini, gua sangat bersyukur karena Tuhan ingetin melalui bokap gue bahwa gue harus berdoa, karena sekarang gua yakin gua sudah memilih jalan yang tepat. Gua punya potensi, gua hanya perlu kerja keras dan terus gali kemampuan, karena gua masih punya banyak hal menunggu didepan mata.

Saat itu gua bersyukur, karena anak2 di kalimantan ini terbiasa mengkondisikan diri, habis SMA kerja, lalu menikah, punya anak, tunggu mati. Hanya sekitar 20% yang memilih kuliah. Sebagian dari 20 % itu memilih kuliah karena orang tua punya uang, hanya sekitar 5% dari 20% itu masuk kuliah karena mereka punya mimpi.

Kasihan. Mereka masih muda, mereka cerdas, tapi wawasan mereka sempit. Engga ada yang mengarahkan mereka melihat proyeksi lebih jauh tentang kehidupan.

Lalu pak David kasih kesempatan kami untuk merenungkan mimpi selama 2 menit, menuliskannya dalam buku atau kertas.

Saat itu lah gua sadar,

Gw terlalu puas sama keadaan diri

Sesungguhnya gue gak jauh beda dengan mereka

Gue sudah puas dengan kemampuan gue melayani Tuhan, menurut gue ini sudah cukup banyak.

Gue ngerasa dengan kemampuan segitu gue udah pantes dapat pujian dari Tuhan

Gue akhirnya sadar gue sudah mulai stuck.

Lalu sebuah lagu dinyanyikan.

Tiba2 tenggorokan gue tercekat, bahu gue terasa berat.

Gue nangis.

Gue merasa ditegur, tapi gue nangis bukan karena ngerasa gue ga pantes,

Tapi ada sebuah KERINDUAN besar yang muncul dihati gue.

Gue engga bego, Tuhan kasih gue banyak talenta. Makin besar, gue makin ngerti gimana cara menggunakannya, tapi gue ngerasa tugas gue Cuma itu. Tapi kali ini Tuhan menghadirkan sebuah kerinduan dalam hati gue. Ini pertama kalinya dengan sungguh2 gue bilang sama Tuhan, “ Tuhan, bicaralah. Ike mau taat. Ike engga mau mengeluh, Ike mau taat bekerja buat Tuhan.”

Ketika kami disuruh berdiri, gue pikir setelah berdoa dalam hati air mata gue berhenti, tapi ternyata engga. Ada sebuah emosi yang terus mengalir kuat dari hati gue. Akhirnya bokap dateng dan peluk gue. Perasaan bisa dateng ke kalimantan, bertemu banyak anak seumuran yang engga mengerti jalan hidup buat gue ngerasa bangga; bangga bisa jadi pembimbing mereka, bangga jadi bagian dari tim yang mencarikan jawaban bagi mereka, dan juga prihatin, gue ga mau mereka menyia2kan hidup mereka.

Setelah khotbah selesai, saatnya penghargaan buat para guru PAK. Mereka yang udah berjuang selama ini, mereka yang punya hati dan compassion untuk anak2 ini. Semua murid satu2 menyalami 6-8 guru yang datang. Terakhir para panitia yang menyalami. Di akhir semua guru menangis, panitia pria memeluk mereka dan menguatkan mereka, supaya mereka melihat usaha mereka engga sia-sia; mereka punya kami yang mau mendukung mereka, supaya mereka jangan lelah, tapi terus bekerja buat kemuliaan Tuhan, membina anak2 ini, menuai jiwa untuk Tuhan.

Lalu ret2 ditutup.

Setelahnya sesi terakhir yaitu kesaksian, gue MC. Setelah selesai sesi terakhir, kami tim yang akan berangkat ke Maranatha makan siang lebih dulu. Lalu dalm cuaca yang panas, kami berangkat.

Mobilnya kijang tahun jebot, kami sempit2an berangkat kesana. Yep, softspoken sat next to me, dibagian belakang mobil. Gue setengah mati menghindari skinship sama dia. Dan telinga gue deket sama muka dia, berasa mau putus rasanya. ==a

Tapi lucunya, dia engga berusaha menghindar atau apa. Lalu ditengah jalan gue bilang ke dia dalam suara pelan, “kak, kalau ike tiba2 berubah sikap, jangan kaget yah”

Dia tanya, “kenapa?”

Gue bilang, “ ike ga mau jadi rakus.”

Soalnya gue takut gue malah ngeganggu dia kalau gue begitu...

Dia bercanda, dia lagi makan biskuit, “nih ada banyak. Boleh kok jadi rakus.”

Terus gue sama andrian ketawa. (andrian juga ngerti maksud gue rakus apa)

Lalu setelah diem sebentar, dia bilang, “jangan dong, jangan berubah...”

Hari itu gue berasa deket sekali sama dia. Bukan physically, tapi secara hati. Sorenya kami pisah. Mereka ke kost, gue sama bokap ke rumah nenek gue.

Photo0121 copy

Sebelum ke GKKB, kami beli oleh2 dulu J

Malamnya kami ketemu di GKKB. Disanapun gue berasa dia deket sama gue. Disesi pertama, padahal dia duduk di sisi kanan belakang gue, tapi kalo ada apa2 dia pasti bisikin gue terus. Dan bukannya nyender ke tempat duduknya sendiri, dia malah condong ke depan, kedekat telinga gue. Disesi dua, akhirnya gue dapet tempat disebelah dia. Dari yang tadinya duduknya agak jauh, tau2 badannya udah condong ke gue. Di GKKB itu sesi yang dibawain itu Lovestruck juga. Jadi sama di ret2, maranatha dan di GKKB gue dan kak mesach udah denger ceramah itu 3 kali.

Kali ini dia banyak tertawa, banyak berbisik. Gue sampe takut telinga gue menghilang atau semacamnya. Dan kalau hati udah terasa dekat, gue sama dia cepet ngerti jalan pikiran masing2. Bagian itu yang paling gue suka. Kami bisa mentertawakan sesuatu yang hanya kami berdua yang ngerti. Bisa ngeledek dan ngetawain satu sama lain tentang hal yang kami pernah lewatin sama2. Waktu ibu yohana kembali ngungkit masalah anak umur 19 dan cowo umur 30 itu, softspoken ngelirik ke gue 2 kali dan ketawa geli sekali. Kalau udah ngerti hati satu sama lain, gue berasa kami lebih intim daripada pegangan tangan atau apapun.

Malamnya kami pulang ke tempat nginap masing2, dia pergi sama anak didiknya yang udah 10 tahun ga ketemu.

Paginya kami kumpul dibandara.

IMG_8776

Liat deh muka gue kacau banget~

IMG_8772

Ini cuaca pagi itu. Cerah, tapi pagi banyak embunnya J

Didalam pesawat dia sempet nengok belakang (dia duduk agak jauh) dan ngedipin mata. Dia sering begitu kalau liat gue bengong. Kayanya dia emang punya kebiasaan gitu. Pas mendarat, dalam hati gue muncul, “Yah, udah balik jakarta, gak bisa sedeket kemaren lagi.” Hehehe waktu masih di Tirta Ria, “yah, acara selesai, gak bisa ngedekatin anak2 ini lagi. Sampe jakarta mesti kerja keras keep in touch nih...”

Di bandara pun dia engga sungkan jalan bareng gue. Sampe bawah juga masih ngeledek dan bercanda. Hahahha waktu pulang juga Cuma dia yang naik mobil bareng bokap gue. Yang lain semua naik mobil satu lagi. Wkwkwkwkk. Jadilah kami punya 30 menit tambahan untuk ngobrol.

Sampe rumah, mati lampu.

Setelah beresin semua barang, gue istirahat. Bahkan sampai hari minggunya gue tidur lama banget di siang hari.

Hari ini senin, gue bersyukur karena bisa kembali ke jakarta dengan selamat. Membawa berkat rohani dalam hati gue. Semoga gue bisa terus inget perasaan melimpah yang gue temukan disana. Gue mau berjuang, mungkin engga langsung mengarah ke tujuan yang terlalu besar, tapi gua bisa terus membuat tujuan yang baru perlahan2 seperti anak tangga, naik menuju tingkat tertinggi yang Tuhan izinkan gue capai. J GBU J

1 komentar:

Posting Komentar