Who is he?
Dia teman yang gua dapat berkat Blog ini. ^^ kami kenal dari Facebook, kemudian beralih ke twitter dan ke handphone baru hari ini. Ternyata hari ini pagi, dia ke Jakarta. Sepupunya menikah.
It's not funny, you know, gua selalu berpikir berkenalan via social networking itu sesuatu yang tidak exist di hidup gue. But actually, it's pretty interesting. Dari awal dia menunjukkan kesopanan, dan dia jelas bukan orang jahat. Gaya bahasanya sesuai sama gue, dan sepertinya dia juga punya sisi melankolis.
And the best part is, dia juga dulu anak Desain. something forced him to stop doing things he loves dan he ended as an officer in his family's coorporation.
Waktu dia bilang dia ke Jakarta, gua sudah berpikir untuk ketemu sama dia. dulu pernah beberapa kali ada keinginan untuk bilang begitu sama dia, tapi sepertinya waktunya memang gak asik.
dan hari ini akhirnya gua pikir, " ya udah, hajar aja. toh dia bukan orang jahat, ini pengalaman baru kenalan sama orang."
everyone made a fuss about him. apalagi Andrian. hahaha. lucu sekali waktu mengenalkan Adrian pada Andrian. Inisial mereka sama-sama A N.
I actually hate strangers. Perasaan gugup dan sedikit mual muncul waktu akhirnya gua bilang sama dia "Aku dapet tumpangan ke hotel Mulia. Aku boleh kesana?"
dia orang Padang. Dan setelah gua pikir2 lagi, sepertinya latar keluarganya terpelajar, dia orang yang sangat sopan, saat dia memaki di status updatesnya sekalipun. Jadi dia menggunakan gaya bahasa yang sopan ke gue. sama siapapun juga. I knew because I saw it on his account.
dia bilang dateng aja, dia stay di hotel karena tujuannya ke gereja berubah karena dia ketinggalan bus. jadi akhirnya kami janji ketemu di lobby hotel.
sebelumnya, siang hari, gua sudah bilang, kalau kita ketemu pasti bakal awkward karena kita total strangers. dia juga setuju.
tapi akhirnya gua menemukan dia di lobby hotel.
physically, dia tidak sebesar yang gua kira. karena dari fotonya, konstruksi wajahnya kelihatan sepertinya dia jangkung kurus. tapi ternyata dia cukup average, karena gua yang ketinggian. dia, sebaliknya, sudah menyangka gua bakal tinggi.
yang bikin gua terkejut, suaranya! unknown people should recognize him as a girl!
sejujurnya ketika sekarang gua inget2 lagi kesan di otak gue, dia memang mirip cewe. semacam androgyne gitu loh. you got what i mean, right?
tapi hal terbaiknya, dia memang dirinya sendiri selama ini. he is the Adrian i knew. I hope he felt the same too, that i'm being real all this time. I'm no fake.
dan setelah ngobrol hal yang kedengerannya ringan tapi sebenernya cukup bermakna, karena kami membahas tentang latar keluarga kami, gua kembali sadar dia bukan tipe yang dekat dengan keluarga.
It feels awkward, but not bad at all. He's a good guy. Terasa dari caranya mengatasi kecanggungan kami. dia toh terasa dewasa. dia menjelaskan segala sesuatunya dengan sangat baik, dia bilang dia HRD di perusahaannya. masuk akal. dia kelihatan bisa mengendalikan orang dengan baik.
sedikit terkejut, tapi pembicaraan kami benar-benar terdengar nyaman. tapi sepertinya dia tidak objektif, tadi siang dia bercanda tentang hal2 cheesy yang langsung gua cut. hahahahha
dia lahir tahun 87 dan -lagi2- dia terkejut dengar gua lahir tahun 92.
bagian yang lebih baik lagi, gua engga memandang dia sebagai 'target'. di feeling gua, begitu ketemu dia, "ah, he's just a friend."
ngerti? karena gua tipe orang yang menyadari itu dari awal. hehehehehe
Softspoken, sialnya, kamu sungguh-sungguh tidak tergantikan. Siapapun itu, kalau bukan kamu, sepertinya aku harus mencari pengganti dalam waktu lama dan menjalani pencarian panjang.
sekarang saya tau yang namanya 'Point of No Return'
tapi, kenal siapapun melalui social networking gak akan gua lakukan lagi.
Once is sufficient.


0 komentar:
Posting Komentar