Tahun baru lagi~
makin kesini rasanya segala sesuatu didunia makin gak penting~ hehehe
2011 adalah tahun yang -sangat- berwarna. Tahun dimana gua sadar, gua semakin belajar banyak. Tahun dimana gua mulai mengerti dunia. Tahun dimana akhirnya gua tau, hidup akan jadi makin sulit.
Gereja gua agaknya sedikit terpuruk. Banyak kemunduran terjadi, tantangan terus datang silih berganti, menyaring mereka yang sungguh-sungguh dan yang setengah hati.
Mata gua semakin dibukakan, menandakan sudah saatnya menarik napas dalam-dalam, mengepalkan tangan, berdiri tegak dan melangkah yakin. Tuhan sudah memberi tanda. Tahun ini engga akan jadi lebih mudah dari tahun sebelumnya.
Saatnya bertumbuh.
Artinya keluar dari zona aman, sekali lagi 'melar'in kapasitas.
I'm about to cry right know, actually. I'm not ready for this, never do.
Khawatir itu dosa, tapi Tuhan, Ike bener-bener khawatir saat ini.
Biarlah kekhawatiran ini berhenti sampai sini. Saatnya jadi kuat. Gua punya Allah yang sanggup, gua pasti sanggup.
Jangan ngeluh, Tunduk taat, paksa diri untuk maju, jangan nangis, jadi teladan!
Terus bina hubungan yang baik sama Tuhan,
seperti kata softspoken
"Kita ini pilar. Sekarang semua orang sedang terguncang, jaga diri baik-baik."
Juga seperti kata papi,
" Saat semua orang memutuskan untuk puas diri dan berhenti, jangan kecewa, tapi buat mereka belajar dari ketahanan kita."
Gak usah banyak bicara, gak usah banyak ngebual. Yang penting luruskan pandangan, lakukan sesuai kemampuan, lakukan dengan konsisten. Pasti berbuah.
Bagus kalau tau dari sekarang kalau hidup bakal jadi makin sulit.
Satu hal. yang bisa bikin kita kuat menghadapi masalah adalah selalu waspada dan siap siaga akan masalah tersebut. Sehingga waktu dia datang, kita siap tempur. Jangan malas-malasan!
Tenang, Ike. Just like before, everything will be just alright.
noteback:
Tadi kami ngobrol di forum 4 orang. Softspoken cerita tentang pergumulannya diawal tahun ini. ceritanya bikin gua sadar kenapa dia kelihatan lemah belakangan ini. Dia menanggung beban yang berat... Tadi dia duduk diseberang gua, posisi duduk bersilanya kelihatan nyaman, tangan berpangku didagu. Waktu 2 orang lain sibuk sambil menghadap ke arah lain, secara natural gua mendapat kesempatan untuk mandang softspoken lurus-lurus, dengan tulus lembut perlahan gua bilang, "Sabar..." lalu dia tersenyum. Detik pertama, dia tersenyum biasa, gua masih lihat ke matanya. Tapi detik berikutnya matanya tersenyum, dengan kilau yang sudah lama gua rindukan. Mau nangis, perasaan gua masih penuh akan dia. Penuh sekali. I told you, this year won't be easy...


0 komentar:
Posting Komentar