Tahun ini (2011) umur gue 19!! akakak XD entah harus bahagia atau biasa aja, tapi buat gue ini umur krusial. (entah krusial bagian mananya)
Rasanya, seperti gua bertanggung jawab lebih berat daripada seharusnya, karena tahun depan ada era baru buat hidup gue.
Pagi ini, gua bangun dengan perasaan yang cukup berat;
kenapa?
karena dari beberapa minggu yang lalu gua pikir di minggu ini gua ga pelayanan. bukan masalah pelayanannya, tapi dengan siapa gua melayani. Yap, it's softspoken in the house. saat gua pikir gua sudah terbebas, ternyata gua malah ketemu dia dihari ultah gue! SHOOT~
hasilnya, gue main keyboard dengan keberanian yang hanya ada diujung jari gue, tapi engga ada di punggung atau kaki gue.
Tapi waktu pagi2 mukaku muram, Papa masuk kamar, tertawa renyah, meluk dan nyium kening gua. Lalu Aris masuk, juga begitu. Mami Juga.
Lalu setelah selesai mandi, dan siap2, begitu buka pintu ruang Youth, ci Ellen sudah ada disana, meluk dan bilang "met ultah yah". lalu
selesai pelayanan, waktu gua pikir, " Oke, cukup dulu pusing2nya, sekarang tenangkan diri, dan lu harus senyum yang manis karena orang2 tau lu lagi ultah. per*etan sama si Softspoken kalo dia emang engga mau ngucapin"
-soalnya dari semalemnya gua nungguin sms dia tapi sampai detik terakhir ini pun dia engga ngucapin lewat sms-
jadi gua duduk, menundukkan kepala, lalu gua denger MC bilang " Sekarang, kira mau rayain ultah sahabat kita, Eunike yang hari ini ulang tahun." Well, they never really did this to anyone. gua rasa karena kerjaan gua ngalor ngidul di panggung jadi pemusik- they know me so well.
gua disuruh maju kedepan, dan dinyanyiin. itu hal yang biasanya gua ga suka. tapi hari itu, rasanya gua tau kenapa paginya gua bangun dengan perasaan berat. Agar pelan2 Tuhan bisa tunjukkin ke gua begitu banyak orang yang peduli dan hangat sama gue. Mereka meluk, salamin dan dengan tulus bilang "met Ultah"
setelah itu Ci ruth doain gua, dan gua merasa " God, I'm so thankful for this life. I'm so thankful that you gave me this circumstances, God I'm so thankful it's YOU. " gua merasa mata gua panas dan berair, i feel that i'm loved, loved by God. and my heart feels a little lighter.
setelah semua selesai,
perlahan-lahan, gua melihat SS mendekat. Sejujurnya, walaupun mengharapkan banget, tapi ternyata saat waktunya bener2 tiba, gua mendingan kabur jauh''.
tapi diwaktu singkat itu
dia ngulurin tangan, meraih tangan gue yang juga gua ulurkan, dan tangannya yang satu lagi ditangkupkan, membungkus tangan gue.
It's amazing.
It's ridiculously amazing.
tangan gua sempet tersentak lembut waktu dia nutup tangan gue pake tangan satunya. tapi perlahan -walau gua ga cukup yakin apa itu nyata karena waktunya cepet banget- gua merasa dia menarik tangan gue kembali, untuk meyakinkan "engga apa kok bertahan sebentar seperti ini lebih lama sedikit."
sepersekian detik, lalu dia kembali tanya "ulang tahun keberapa" untuk ke sepuluh kalinya. I know he was kidding. he's not a type that forget something easily. tapi gua engga kunjung ngerti maksudnya dia nanya hal itu berkali2 -tentang umur gue.
hati kecil gue berkata, apa dia berusaha memperkecil jarak umur diantara dia sama gue?
well, banyak kejadian yang membuat gue merasa seperti itu. salah satu yang terjelas bahkan dia bawa2 nama bokap gue.
Lucunya, when i try to remember his hand's warmth now, i'm about to cry.
Gua engga menyangka dia akan menunjukkan ketulusannya seperti itu. Shoot, kalo bisa di replay, bagian itu harus gua tonton beratus2 kali.
Kalo bisa, tangan itu engga mau gua lepas.
tapi, disaat yang sama, Gua bingung. Saat gua pikir. oke, mungkin gua sudah cukup tau. tapi tiba2 dia membuat gua merasa engga tau apa'' tentang dia.
Apa
gua harus lebih sering mandang mata dia?
lebih sering manggil dia?
tapi gua udah bersumpah untuk engga bergerak duluan. tapi lingkungan gue bahkan memaksa gue untuk berpikir. "ke, kayanya emang bener dia ada kemungkinan mikirin elo."
gua engga tau gimana jelasinnya. gak masuk akal, tapi hati gua merasakannya. meski pun engga pasti, tapi sudut hati gua merasakannya. tentang dia, engga ada sesuatu yang bisa secara pasti gua mengerti.
seringkali waktu doa, ketika hati gue bener2 galau sama kelakuannya, gua minta tanda yang jelas sama Tuhan gimana dan kapan caranya berhenti. berapa hari kemudian, dengan sikapnya dia bikin gua pikir " Oke, this is it. It's time to stop."
tapi ada satu malam dimana dia memusatkan dirinya ke gua. terlalu intens sampe jari2 gue gemetera dan otak gue serasa bloon kontan. didepan semua orang, dia engga memutuskan pandangannya dari gue. ada saat dimana dia sama sekali engga takut menunjukkan sikap yang "kelihatan naksir gue", waktu ada ko Andi.
tapi lagi2, gue gak ngerti, bener2 ga ngerti.
Berkali2 gua pikir "Oh, kesempatan ini bisa untuk membenahi diri. Mungkin Tuhan bakal berbicara, harus coba gnerti dan terima keadaan"
tapi ternyata gua tetep diketemukan sama bapak itu lagi.
Ci Ellen bilang, "mungkin u harus ngalahin perasaan itu, ke."
Mungkin. Tapi gua sering merasa usaha gua digagalkan. tapi oke, gua akan coba.
balik lagi ke acara ultah.
habis main musik di Youth, waktunya main musik di KU 2. tapi aris bilang, "ntar naik bentar yah..."
disitu gua masih belom curiga.
dan ternyata
waktu masuk ruang tamu,
W.E, Henny dan Denny ada disitu, megang kue yang tulisannya "19"
ternyata mereka udah nunggu lama disitu, dan udah persiapin itu dari lama.
They are so precious. Gua bersyukur gua bisa memiliki mereka. memiliki sahabat, teman sepadan dan baik seperti WE. mereka bawa kamera, kado dan kue, jauh2 utk gue.
Lalu perasaan galau sepanjang hari hilang bgitu aja. Handphone dan Wall FB gue penuh ucapan temen2. tiba2 gua mikir " What's wrong with me?? I have these wonderful friends and i keep thinking about a guy who don't even think that my birthday is important, unlike these people???"
haha, love sure makes you blind.
Lalu siangnya, gua main badminton, lari sekenceng2nya, main kenceng, berusaha meninggalkan perasaan galau gua di langkah kaki gua. keringetan, senang, waktu pulang ke gereja lagi, anak2 remaja yang begitu liat muka gua langsung teriak "IKE, HAPPY BIRTHDAY!!"
lalu tanpa sepengetahuan gua, mereka nyirem gue, dan ternyata robby sudah beli tepung terigu.
It's the best birthday I've ever had. Andrian kasi gua kado, ci ellen juga, Rosi juga. tapi si bapak itu yang pernah boastly ngomong sama Cenni dia ada kado rahasia buat gue, bahkan sama sekali engga mengirimkan pesan khusus apapun.. well, waktu cenni ngomong gitu juga gua udah ngerasa "pasti bohong" tapi -yah- tetep, kalo udah tiba waktunya emang berasa pengen kabur aja.
lalu malemnya kami nyempetin diri pergi, thanks to mom dan sorry karena aku egois dan boros~ dan untungnya bapak itu bisa ikut. He didn't look like he's so happy or something, tapi yang penting dia engga menolak. itu udah cukup.
dia juga melakukan candaan2 yang -tetep- bikin gua engga ngerti tapi sudahlah, hari ini terlalu banyak hal yang harus gua syukuri, dan jangan sampe karena seorang cowo yang engga menganggap gua penting mengacaukan hari sepesial ini. :D
Like Every girl in the world i'm 19; but unlike all the girls in the world, i have my precious family, friends, Softspoken and you around.
Eunike Halim, Happy Birthday.
God Loves You :)
and i love you :D


0 komentar:
Posting Komentar