Gw berasa sedih banget, gak tau kenapa...
Hal yang paling menyebalkan adalah ketika kita engga tahu arah yang jelas, tapi kondisi membuat kita harus terus melangkah.
I feel so weak, felt like fate is playing some pranks with me.
Hari ini setelah ibadah, gw dapet kesempatan ngobrol sama SS setelah sekian lama. di waktu yang begitu singkat, terlalu banyak dan luas hal yang kami bicarakan, sampai-sampai begitu selesai ngobrol, gua gak bisa beranjak dari ruangan ibadah, duduk sendirian diruangan gelap, gua nangis.
I was so lost.
Gua bingung harus berbuat apa lagi. Padahal gua sudah berusaha sebaik yang gua bisa untuk menghadapi ini. Gua berusaha sebaik mungkin menjaga sikap, perkataan, pandangan mata, nada bicara untuk bisa memperlakukan dia seperti layaknya teman biasa.
That's what I'm trying to do, but he never seem to understand.
Hari ini dia kembali cerita tentang dirinya, charm yang banyak menarik orang yang dia sadari tidak bisa dia kendalikan.
pokoknya
dari hasil pembicaraan itu, tiba-tiba gua sadar ternyata gua gak ada bedanya sama semua orang yang tertarik sama dia. Nothing differ me from 'anyone else'. Gua cuma seorang cewe, anak gembala sidang, yang kebetulan juga tertarik sama dia. titik.
gua juga gak tahan ngeliat dia yang tetep cerita tentang semuanya -banyakbangetsoalnya- dengan bersikap seakan-akan dia gak tau kenyataan kalau gua sama tertariknya ke dia seperti orang lain. Bersikap seolah gua ini tembok ratapan, untuk dicecar atau gw konsultan untuk ditanyain solusi dan pendapat. Seperti dia engga pernah melihat kedalam gua. Dia memandang gua tapi engga melihat gua.
Apa bener gua gak bisa move on tanpa harus jadi orang lain buat dia?
Apa bener gua gak bisa jadi pendengar yang baik kalau gua masih suka sama dia?
Mana bisa kalau begini caranya? Mana bisa gua menjadikan dia murni sebagai teman ketika gua sudah melangkah sampai sini? Dan gua bahkan menjelaskan ke dia tentang Homme Fatale , gua bilang bohong kalau ada seseorang yang intens deket sama dia tanpa sedikitpun 'jatuh' hati sama dia, karena dia punya charm yang kuat. Buktinya dia sangat diandalkan di gereja, despite dia bukan orang yang tampan, tapi semua orang tertarik dengan kelemah lembutannya.
pada dasarnya gua berusaha menjabarkan kenapa orang-orang bisa begitu mudah dekat sama dia.
I made him realize more that he is truly loveable.
tepat sebelum gua nangis, dia kembali masuk keruangan, tanya " Kenapa belum naik kerumah?"
gua cuma bilang, " gak apa, anggep aja ike gak ada. Kak Mesach masuk istirahat aja."
dia berkata lambat-lambat, " Masuk aja kak, nanti dicariin. Papi pasti pikir kita ngobrol. aku gak enak."
pada akhirnya dia tetep gak mau reputasinya buruk dimata orang.
gua bilang, " engga kak, ike belum bisa naik. gak usah ngerasa gak enak-ninggalin ike disini. masuk aja duluan."
dia tanya, agak mendesak, " memangnya mau naik jam berapa? udah malem lho."
gua udah gak tahan, " gak tau kak, gak apa ike disini dulu aja."
dia berbisik dari jauh, " aku masuk dulu ya."
Apa gua harus memberi jarak jelas seperti, " Kak, ike gak bisa ngomong sama kak mesach sementara waktu ini. Ike perlu waktu untuk menyusun semua kembali. Jangan salah paham, bukannya Ike benci kak mesach, tapi ini semua supaya semua kembali tentram dan sejahtera."
lalu gua menyibukkan diri dengan kegiatan Asma, tugas dll dan menarik diri dari pergaulan digereja, because he might be everywhere.
gitu?
Apapun Tuhan, tolong,
Biarkan dia cuti selama 2 minggu tanpa terjadi apa-apa diantara kami, jangan izinkan dia ikut retreat kalimantan-seperti yang dia inginkan, atau bantulah rencana keluarga kami temukan rumah baru untuk pindah dari keluar dari pastori gereja.
yang mana aja, Tuhan. Kalau engga begitu rasanya sulit sekali.
I want to run away from him.
Anything to stop this feeling from growing deeper.
Anything.
Please, anything.


0 komentar:
Posting Komentar