Living Journal

a life time journey 세상에소리질러:사랑해

Restless, Restless... Restless!!

Ya ampun ini gelisah tingkat akut!!!

Selama beberapa waktu ini, gua mencoba setengah mati (baca: lagi) untuk bisa mengendalikan diri dan pikiran gw tentang dia. Indeed, I did it.


Gak bales tertawaan dia, memandang ketempat lain waktu diajak bicara, pergi dari kemungkinan mulainya percakapan, melangkah pergi dengan mantap setelah merasa seluruh hal penting sudah dibahas. EVERYTHING!


But you know what?

Terakhir gua bilang kalau memang bisa, retreat kalimantan kali ini gak ada dia juga gak apa -sama Tuhan.
Tapi bukan itu yang Tuhan mau. He allowed him come along. Dia jadi ikut. Padahal keputusan terakhir bilang dia gak pergi gak apa-apa, tapi didetik-detik menjelang pertemuan selesai, diputuskan dia tetep ikut.

it's like... WHAT THE?!


Besok, besok, dia pulang ke Jawa Timur. cuti 12 hari, seperti tahun-tahun sebelumnya.
Tadi malam gua ga bisa tidur.

Tugas lagi banyak, gua gak bisa berpikir tenang, ditambah lagi dia mau cuti, pikiran gua terus kearah sana.
Hari ini gua juga gelisah sepanjang hari, bahkan waktu gua bikin tugas pun, gua menemukan kesulitan.
sepanjang hari gua tutup mata sesekali bilang, "Tuhan, tolong..." "Tuhan, tolong Ike..."

Tadi, setelah pelayanan, gua berpikir, "Jangan sampai dia merasakan kegelisahan gue." dengan itu gua tersenyum setulus yang gua bisa, sambil tetap berhati-hati.

Gua keluar ruangan saat cuma ada dia, Tata dan gua disitu. Dari jauh gua pamit, "Naik dulu ya, Selamat jalan, besok hati-hati, have fun yaa..." lalu naik kerumah dengan langkah mantap.

Tapi setiap anak tangga yang gua naikin makin bikin gw gelisah. Banyak banget yang pengen gua sampein sebenernya T.T

Jangan kuatirin kegiatan disini, santai selama cuti, lupain dulu semua beban pikiran.
Sampai sana jangan terus-terusan tidur malem kaya disini, istirahat yang cukup, makan yang cukup,
Makan makanan favorit kamu sebanyak-banyaknya, jangan cuma makan tempe goreng kaya disini karena kamu ga suka makanannya.
Ngobrol sebanyak-banyaknya sama papa mama, temen-temen lama, lepas kangen.
Habiskan waktu sebaiknya sama papa, hibur dia. Ngomong-ngomong gimana kesehatannya sekarang? :)
Ketawa sebanyak-banyaknya, nyanyi sekeras-kerasnya selama disana. Soalnya sampai sini tanggung jawab akan membuat kamu susah melakukannya.
Jadi diri sendiri disana, bagaimanapun itu rumah kamu. Disini mungkin kamu gak bisa seperti itu karena dipandang orang, tapi disana mereka semua menerima kamu apa adanya.
Hati-hati sama orang-orang yang dulu pernah nyakitin kamu disana.
Jangan lupa bawa oleh-oleh bumbu pecel ^^
Hati-hati di perjalanan pulang pergi, kaya tahun lalu kalau bosen sms aja. Tapi sayangnya janjiku gak akan sms kamu duluan meskipun aku mati penasaran dan kesepian. ^^;
12 hari. Tapi waktu liat muka kamu begitu cerah saat bilang besok berangkat, ada perasaan hangat di hatiku :)
Aku mungkin bakal berubah jadi keriput karena kuatir dan mikirin kamu, tapi ga bisa bilang. Tetep aja, yang penting liburan kamu menyenangkan.
Yang terakhir, yang paling penting tolong kembali dengan sehat, selamat tanpa kurang suatu apapun, secerah kamu berangkat.

Seandainya kamu bisa baca ini semua, atau seandainya semua ini bukannya ku ketik di blog tapi bisa kusampein ke kamu langsung, dengan ekspresi setulus mungkin.

Kak, setelah kamu kembali nanti, apa yang terjadi mengenai perasaan ike?
Apa yang terjadi selama 12 hari kedepan akan menentukan ike akan berhenti total atau tetap menunggu seperti sekarang.

I won't hope for my preferences to be happened. I hope God will tell me the right answer.

0 komentar:

Posting Komentar