Living Journal

a life time journey 세상에소리질러:사랑해

Falls asleep with the thoughts of you

Setelah sekian lama perasaaan ini sembunyi, hari ini dia sukses muncul lagi.

Begitu lama gw ga nyentuh blog karena sibuk ujian dan nonton drama, gw cuma nulis di buku atau notes di handphone.

Well, karena sibuk, ga banyak hal yg terjadi di kehidupan gw selain tugas tugas tugas yang menumpuk dan perjuangan gw melewati masa menakutkan tapi mengesankan itu.
ujung2nya gw kembali kesini karena bapak tua itu kembali mengusik kestabilan emosi gw.

gua kira gw stabil. tapi ternyata gua sibuk. ibarat ngumpet.

beberapa waktu ini memang sulit dapat waktu berkualitas sama dia. dia juga kelihatanya lagi sibuk sama pikirannya yang berbelit-belit itu. tapi ternyata suatu malam dia bilang dia mumet dan mau cerita sesuatu sama gua. He actually wants to tell me some of his worries.

tapi gw salah ngomong dan dia pikir gw juga ga kalah mumet. akhirnya dia ga jadi cerita dan membiarkan gw khawatir sepanjang malam gara-gara mikirin dia.

lewat.

lalu di hari minggu yg menguras tenaga, setelah selesai ibadah malem, gw ngobrol sama neberapa anak cewe di aula. lalu setelahnya gw naik. malam sebelum tidur ada bm dari santi. Salah satu temen seumuran di gereja. cukup deket sama gua.

santi: ike kamu lagi sibuk ya?
gw: engga kok, san... kenapa?
s: kok tadi pak mesach bilang ike sibuk pas aku mau ajak ike ikutan makan?
gw: ha?
s: iya, katanya ike sibuk. padahal santi tau ike ga sibuk tapi dia bersi keras bilang ike sibuk. terus dia sampe bilang dia jauh lebih ngertiin ike dari pada santi ngertiin ike. sampe org2 pada sorakin dimobil.

lalu kemarin malem gw kepasar malem deket rumah... ada keperluan cari sepatu nari n tas bwt bokap. berhubung tas yg mau w beli itu mirip sama punya kak mesach, gw telepon dia. muncul masalah lain lagi.dia lagi sama ko ahin n ci meiwa. tumben2an juga talking mannernya kak mesach hari itu melembut dari yg biasanya cuek jadi pake nanya "lagi dimana? hati2 ya."

Guess what? They were talking about me when I called him.
"Pas banget ya, lagi diomongin malah nelepon" gua dapet laporan dari Cenni.

ko ahin certa siang keesokkan harinya via bbm. dia bilang selamat ya yang bentar lagi jadian.... lalu secara singkat dia bilang kak mesach akan beraksi dalam minggu2 ini. Ko ahin must've lost his senses. Setau gua ketika kak mesach bilang akan melakukan sesuatu yang penting, hal itu akan jadi hal terakhir yang akan dia lakukan terhadap gua. gak mungkin dalam waktu dekat ini dia akan 'berbuat sesuatu' atau 'bertindak'. Gak mungkin. I just can't believe what I actually heard that day.

Oh iya, tentu aja seperti biasa gua ga bisa percaya sama info yg gw terima dari 'perantara' karena resiko salah info sangat tinggi. tapi ya, gw ga bisa mungkir kalau kata2 itu mengusik ketenangan gw.

" Dia bilang kondisi lu orang berdua semakin baik kok. Kata siapa ko? Dia yang bilang sama gua. Engga kok. orang udah biasa aja... Ah yang bener? Engga kok. Dia bilang dia akan menyampaikan sesuatu, bertindak sesuatu yang penting dalam minggu-minggu ini. Malah mukanya serius banget. Dia bahkan mungkin akan ketemu sama orang tua lu. Gua sampe ajarin dia gimana kalimat yang pas, kok. Serius lu? Gua masih ga percaya ah. Dia suka bohong. Gua sih cuma ceritain yang gua obrolin sama dia. ngapain gua bohong. Ngapain juga dia bohong sama gua. Gua kan gak ada hubungannya sama lu orang berdua. Kayanya sih ga bakal lama lagi."

beraksi apa? nyuruh gw mundur? kalau ga, apa dia betul sayang sama gw?

And those restless nights are back. Hi there. It's been a while.


Will it be alright? Actually, I never really brave enough to think about my family. How would they react towards him, us? Fearful, that's how I think. Selama ini gua cuma memikirkan antara gua dan dia. tapi sebuah hubungan berbicara lebih luas dari itu. Tentu gua tau itu juga hal yang menghambat dia untuk bertindak jujur selama ini. Alasan kenapa dia sulit (?) untuk melepas gua tapi juga ga bisa kasih kepastian sama gua. Alasan kenapa dia hanya bisa bersikap ga jelas.

I will tell you the truth. I sensed reality.


Sepertinya baru sekarang ini gua menyadari betapa seriusnya keputusan ini. Dan gua gak tau mana yang benar. Ada gak sih seseorang yang bisa kasih tau gua, kalau perasaan ini benar? Apakah selama ini semuanya cuma sebuah kesalahan yang naif dan emosional? Have I deeply troubled him? What have I put him into?


"Gua ngerti, ke kira-kira alasan kenapa dia bersikap begitu selama ini. Kalau menurut gua, dia juga cukup menderita sama keadaan ini. Dia juga pasti bingung harus gimana."


Someone please tell me,
What Should I do?
What can I do?
What will happen next? 


























0 komentar:

Posting Komentar