Hari ini ada acara Doa Misi Youth di gereja pusat.
Seperti yang gua sebutkan sebelumnya, sepertinya tubuh gw mulai ga kuat lagi dengan 'bakpao' itu. Hati gua terus terusik dengan kenyataan saat teduh gua masih sangat kacau. Dan ini saatnya berubah. Gua harus berusaha melakukan sebuah bentuk nyata. Gua ga boleh menyia-nyiakan waktu gua lagi. Gua harus berubah, dan harus lebih berani, bila gua mau jadi saluran berkat buat orang-orang yang ada di lingkungan gua. PENTING!
Waktu sharing di perjalanan pulang bersama anak lokal, pembicaraan ringan itu membawa gua pada teguran lain lagi untuk gua. Ketika sampai rumah, gua lgs bbm kisinger, sama WE. Gw minta maaf sama kisinger karena gua selalu menunda pekerjaan membangun brand kaos ma dia, dan ke WE gw minta tolong dia untuk dukung dalam doa sekaligus memberitau dia gw menghargai dia sebagai teman yang selalu bisa menegur dari perbuatannya.
Gua agak terpukau bagaimana Roh kudus menegur gua malam ini, bahkan sampai pulang kerumah dia masih terus berbicara sama gua. Sampai gua menulis blog ini pun, Dia masih terus mengorek kesalahan gua. Bagaimana dia bisa mengangkat semua keburukan ini dalam waktu yang begitu singkat dan lingkupnya sangat luas.
Melalui perengungan gua malam ini, gua menyadari bahwa gua orang yang:
1. Lack of consistency
hal ini gua udah sadar cukup lama. Gua orang yang timid dan cenderung penakut menghadapi hal yang sulit. Gua juga suka OmDo. Omong Doang, dan jarang melakukan perubahan yang baik secara konsiten. ITU JELEK BANGET, SUMPAH. Dan gua tau untuk jangka panjang, hal ini bisa berdampak buruk buat hidup gua. Seperti rendahnya kesadaran gua untuk menjaga kesehatan, dalam hal kuliah gua sudah sering ditegur melalui sikap WE yang lebih konsisten dan berani dalam melakukan sesuatu. Dan gua tau gua harus berubah dan berhenti menunda perubahan ini. Karena ini bisa menghambat gua untuk hidup maksimal.
2. Arrogant
Gak keliatan? tapi gua baru sadar ternyata gua SANGAT arogan. Mungkin karena image berbadan tinggi dan pembawaan yang lebih dewasa dari teman kebanyakan, gua jadi terbiasa mencap diri gua lebih baik dari orang lain. Pelan-pelan gw menyadari itu mengarahkan gua pada iri hati yang terpendam -oh my- DAN ITU JUGA JELEK BANGET,YE. Kebiasaan ini benar2 menghambat gua untuk bertumbuh. gua jadi puas diri, dan parahnya, gua ga sadar kalau gua itu puas diri. Terus kebiasaan jelek ini juga memicu gua untuk menghakimi orang seenaknya. Siape elo- kalau kata orang betawi- berani tinggi hati.
Gua juga sadar ini membuat gua merasa cukup hanya dengan melayani. Padahal seharusnya lebih dari itu.
3. Penakut dan pemalas
padahal Allah yang gua sembah adalah Allah yang memberikan kekuatan kepada anak-anakNya untuk menyatakan kebenaran. Tapi gua masih takut untuk berbuat benar dan malas untuk memotivasi diri gua hidup lebih baik dalam Tuhan. Gua malas menginvestasikan waktu gua untuk jadi sahabat bagi seseorang, dengan alasan ga suka bbman, ga suka smsan dan Fb an. ITU JUGA JELEK BENER DEH.
4. Punya berhala
KOREA. oh my ini juga jadi batu sandungan nih. Gua jadi tidak produktif dan punya kecenderungan menghabiskan waktu untuk menonton dan menonton. sampai 2 kali gua puasa, untuk menghilangkan kebiasaan jelek itu. Gua juga jadi kurang punya kerinduan untuk denger lagu rohani. ADUH GILA GUA MANUSIA APA SETAN SIH. gua harus mulai membiasakan diri gua memutar lagu korea di keseharian gua nih. dan mencoba mengalihkannya ke lgau-lagu rohani. Soalnya itu bisa banget jadi celah iblis untuk mencuri kemuliaan Tuhan dari hidup gua. Dan karena kurang intimnya gua sama Tuhan membuat gua tidak bisa lepas dari dosa-dosa lama gua.
5. Salah prioritas
Bukannya mendekatkan diri sama Tuhan, gua malah kebiasaan mementingkan main dan kuliah diatas renungan gue. Gue sering bolong komsel karena alasan ini dan itu, dan merasa gua berhak untuk di beri maklum, karena dalam pelayanan gw lebih sibuk dari pada orang lain, bla bla bla. GILA YE BUSUK ABIS GUE. lebih gila lagi karena gua lupa dan gak sadar bahwa apa yang selama ini gua lakukan tuh sia-sia karena gua engga deket sama Tuhan. Gua tuh jarang berdoa syafaat, padahal itu penting untuk mendukung pertumbuhan rohani gue. Dosa besar, sumpah gua berasa bener2 ga tau diri.
Sekarang Tuhan menempatkan orang-orang disekitar gua untuk membuat gua merasa gak nyaman, merasa terusik, semua itu hanya untuk memberi tahu bahwa kaki gua sedang perlahan-lahan membusuk karena tertanam terlalu dalam ditempat yang salah. Melalui mereka yang bisa menjadi terang bagi orang-orang disekitar mereka, menerangi kegelapan hati gua dan menyingkap semua yang engga baik yang ada dalam diri gua.
Gua ga bisa bilang apapun kecuali minta Anugerahnya Tuhan. Karena kalau bukan dia, ga akan ada yang bisa mengubah dan menegur hidup gua seperti ini.
Gua memutuskan untuk menuliskan prinsip untuk hidup gua sendiri. jumlahnya berapa dan isinya apa gua belum tau, tapi menurut Bendi, gua harus menetapkan tujuan hidup gua, salah satunya tentunya dengan membangun prinsip hidup. (ibarat 10 hukum taurat)
Cindy, bila kamu baca, tolong doain aku ya.. I will do the same for you too. kita sama-sama bertumbuh yuk... Love you~ hahhaha
Ike bersyukur karena bisa mendengar teguranMu, Tuhan. Mampukan Ike untuk memperbaiki diri, berikan penyertaanMu sehingga Ike bisa jadi Anak Tuhan yang mewarisi sifat-sifat ilahi dalam hidup Ike, izinkan Ike untuk bisa mendengar Roh KudusMu dalam hidup ike sehari-hari. Dalam nama Yesus, AMIN.
n.b: Disaat yang sama gua sadar kenapa kehidupan cinta gw ga maju-maju. gw betul-betul masih mentah, ibarat jadi manusia aja belom.. mana bisa gua bina hubungan sama orang? *sigh*


0 komentar:
Posting Komentar