Living Journal

a life time journey 세상에소리질러:사랑해

Hidup itu MEREPOTKAN

*sigh* ini gelombang negatif naik lagi. tapi engga, kali ini bukan hal buruk tentang diri gw kok. hahaha

maag gw sakit banget >.<

Jadi begini. Ini tentang masalah 'orang dewasa'. Meskipun sebenernya gw gak yakin mereka menyebut dewasa itu merujuk ke mana, usia atau pola pikir.

tentang hal ini, gw sudah banyak bersyukur dan akan terus tetap bersyukur. despite usia gw yang terbilang muda, banyak temen2 gereja yang usianya udah menginjak usia 30 ke atas itu percaya sama gue. Mereka sering ngadu soal masalah pernikahan mereka ke gw. Mungkin bikin kaget, tapi sisi positifnya adalah gw menyadari rasa asli pernikahan lebih awal dari yang lainnya, berkat mereka. Meskipun lebih sering mereka cerita soal pelayanan dan pertemanan (mereka itu pemuda yang dari dulu udah bareng2 digereja, ibaratnya kaya Cindy, Wendy, Febri, Jessica, Ricco tapi versi tua gitu deh).

Nah. Setelah selama ini terjepit dia antara 2 sejoli yang bersaing mendapatkan satu pria/wanita, kali ini gw terjepit diantara persahabatan 3 wanita yang udah bersahabat sejak mereka SMP. Mereka semua sudah menikah. kita sebut aja X,Y,Z

gw tulis ini bukan untuk ngejelekin, lho. tapi ini biar gw sendiri bisa ngeliat masalah ini dengan lebih luas, dan biar orang lain juga belajar.

X ini orangnya manis, cantiknya khusus tapi sifatnya agak pengecut. dia perasa, tapi disaat yang sama dia punya pemikiran yang lembut. tapi sayangnya, dia sering kecil hati dan gak jujur sama diri sendiri. karena itu kadang orang bisa memandang dia munafik. tipe orang yang jadi pendukung setia, tapi kalau udah terluka, dia gak berani negur dan gak berani ninggalin orangnya, tapi dia ngomong sama orang lain, cari perlindungan. X ini kurang objektif orangnya, dan gampang yakin sama sesuatu yg dia rasain, sehingga waktu awal-awal gw deket sama dia, gw rada2 kebawa emosi juga. hehehehehe

Y, ini orang cantik banget, suaminya pinter cari uang, tapi semua itu karena dia berusaha keras untuk jadi cantik. dia orangnya keras, ingin dipandang, gak pingin disinggung kelemahannya dan punya sisi arogan yang tertutup sama mulut manisnya. Hal paling kritis dari Nyonya Y ini, dia punya kebiasaan melimpahkan perkataan buruknya disituasi yang gak tepat, dan dia selalu bilang perkataan itu bukan dia yang bilang, melainkan oknum lain, padahal itu dia yang ngomong! (ancur deh) sebenernya sama orang ini gw pernah 1 kali kena ciprat. gak enak beudh dah. sejak itu, sebisa mungkin gw gak mau berurusan sama ibu ini. bahaya cuy. lebih baik gw jadi penengah yang baik ajah. gak mau jadi yang kena masalah.

lalu Z. Sampai sejauh ini, Nyonya Z ini yang paling mending. dia satu-satunya diantara 3 ibu ini yang bisa gw percaya. bisa dibilang, gw sangat percaya sama dia. kenapa? karena dari sebelum gw kenal mereka bertiga, Z ini sudah dikenal sebagai penengah yang baik. dan setiap kali gw ngobrol sama Z, dia itu tipe yang gak akan menyembunyikan perasaan kesel atau apapun. dia itu jujur, berkepala dingin dan pikirannya cukup bijak dan tepat situasi. dari dulu, dia gak pernah malu cerita sama gw soal kehidupan pernikahannya. semua istilah-isitilah yang 'ehm ehm' kadang bisa disebut juga sama dia. jadi bayangkanlah betapa straightforwardnya Z ini. dia juga setia kawan.


3 ibu ini punya masalah dalam keluarga masing2.

X masih menyimpan kenangan sama mantannya, dan dia belum punya anak. usia pernikahannya udah hampir 6 tahun.

Y ingin suaminya berpikir dia 'mampu', sehingga kadang dia suka memaksakan diri. Dia dan suaminya sama-sama masih kekanakan, kadang bisa bertengkar karena masalah kecil.

Z punya suami yang SANGAT supel. berkat kedekatan gw sama suaminya, kami sekarang jadi seperti keluarga sendiri. Tapi itu juga karena gw gak pecicilan sama suaminya. kadang ada juga cewe2 lain yang gaya becandanya rada pecicilan, masih aja di gubris sama dia. nah, Z ini orangnya maklum banget, karena dia sangat paham akhlak suaminya.


sekarang kehidupan ketiganya lagi bermasalah. Gw ada ditengah X dan Z sih, tapi masalahnya, batunya itu si Y. jadi terkaitlah mereka bertiga. dan sampai sejauh ini gw masih berusaha biar gak perlu mendekati Y. gw terus mendesak X untuk maju sendiri. : D no, thanks. kepala gw sudah cukup mumet.

yah, gak mungkin jg gw bahas semua disini, ini blog gw bukan blog mereka. fungsi gw ditengah mereka adalah jadi figur yang melihat sisi lain dari masalah yang mereka hadapi. jadi orang yang mendengarkan, ketika mereka merasa gak ada orang yang cukup memahami kondisi mereka.

melihat kehidupan mereka, sikap mereka, kejujuran atau ketidak jujuran mereka, gw merasa hidup didunia itu merepotkan sekali, ketidak sempurnaan manusia membuat mereka harus berusaha keras menempatkan diri dengan baik diantara manusia lainnya. banyak yang harus dibongkar, diperbaiki fondasinya, ditimbun lagi baru setelahnya diratakan. Hidup jadi manusia normal aja susah, kita ini anak Tuhan. Hidup kita sejak dilahirkan engga normal. kita punya cahaya. sedangkan segala kelemahan yang ada kadang membuat cahaya itu kabur dan gak bisa dilihat orang. Repot, kan? hahaha tapi kita sudah diberi kehidupan begini, kita harus menjalankannya dengan bertanggung jawab :D

0 komentar:

Posting Komentar