yea, untung dirimu ngingetin gue, cin. kerjaan gue belakangan bener2 cuma bikin tugas. Happy, actually. Gw merasa semakin baik. dalam hal manajemen diri, dan manajemen tugas. Mungkin cuma sedikit, tapi gw bahagia gw semakin bertumbuh.
seneng banget karena semakin hari gw semakin memahami diri gw, jadi bisa antisipasi dan berjalan one step ahead.
berapa waktu ini tugas2 gw hasilnya baik banget. tapi yeah, dalam hal pelayanan gw lagi sumpek. bukan karena apa, tapi kayak biasa, gw memang susah bagi konsentrasi. hehehe tapi gua tau masa ini akan berlalu. asal gw tetep sadar apa yang harus gua perbuat.
karena semua berjalan dengan sangat lancar, belakangan mulut gw gak bisa berhenti berkata 'Thanks Lord, Thanks God' terkadang malah bisa gak berhenti2. nope, skala saat teduh gue juga 1 dari 5. tapi dalam hati, gw tau perasaan sayang gua sama My Fatherly God semakin dalam. Despite segala kelemahan dan ketidaksempurnaan gw, gw terus berusaha bersandar penuh sama kekuatanNya. Didalam segala kesesakan yang gw lewati semasa kuliah, gw melihat kasih karunianya engga berhenti sedikitpun.
gw bersyukur gw punya sahabat-sahabat yang selalu ingetin gw caranya memandang suatu 'masalah'. sekarang rasanya gua mulai bisa melihat segala sesuatunya setengah tingkat lebih tinggi.
sekarang gw makin memahami kata 'ikhlas', 'bersyukur', 'percaya'. dan dari segala hal yang terjadi belakangan, yang sekarang ingin gw lakukan adalah membuat orang tau Tuhan gw itu berkuasa.
ada 'kesadaran' muncul dalam kepala gw. seperti muncul gambaran sebuah garis -yang jadi batas perbuatan gw.
untuk kesekian kalinya, dibenak gw muncul 'ah, ini deh cara manusia tumbuh dewasa'
dan untuk kesekian kalinya juga, gw merasa makin 'tua'
bagaimanapun, hal mengenai softspoken masih belum selesai *batuk-batuk*.
lebih tepatnya, semua masalah lain bergerak maju mendahului masalag softspoken ini. cuma masalah yang satu ini ajah yang geraknya lambat mampus. well, gw tetep punya firasat keadaan ini akan terus terjadi, selama karakter gw masih kaya begini. gw punya kesan dibenak gw, Tuhan pengen gw melihat dengan jelas setiap detil perjalanan gw mencintai orang. Dia mau gw berjalan super perlahan, tapi memahami super lengkap. (yea, pikiran itu terus muncul dibenak gw. :p)
gw penasaran akan seperti apa gw bersikap atas kejadian-kejadian yang terjadi (ehm). saat softspoken makin gak jelas tingkahnya, saat-saat gw harus berusaha keras mengendalikan diri gw ketika gw berhadapan dengan 'keaneh-an'nya.
percaya atau engga, ada bagian dalam hati gw mulai sadar akan satu hal. masih samar, tapi yang gw tangkep, perasaan itu bentuknya begini; ada atau gak ada dia, hidup gw mesti tetep jalan. dia atau bukan, gw pasti bisa survive. not yet, dia belum jadi kepingan paling penting dalam hidup gw. gw punya hidup yang jauh lebih besar untuk digarap, bukan cuma hidup gw mencintai dia.
intinya, sepertinya gw engga lagi terlalu takut kehilangan dia.
nah kan, 'mata' gw mulai melihat. 'buta' nya gw terhadap dia mulai surut.
bukannya bosen, tapi yah, siapapun itu, kalau mereka jadi gue,pasti mereka juga melakukan hal yang sama.
softspoken gak pernah mengakui apapun, gak pernah berjanji tentang apapun, gak pernah berbuat apapun yang riil, basically, he's nothing. yang ada hanyalah perasaan gw ke dia. pada dasarnya gak ada yang pernah bilang secara frontal kalo kakek itu juga sayang gue. seperti yang dia harapkan semua orang hanya menebak dan menerka. nah loh, terus apa alasan gw galau2 begini dong kalo gitu? jawabannya yah, semua kegalauan itu asalnya cuma dikepala b*r*ngs*k gw doang. (ups)
tau 'kan rasanya, gak cuma memahami di pikiran, tapi kesadaran itu terimplikasi dalam reaksi u. u menjalani apa yang u pahami. itu gak sama loh, antara 'cuma paham' sama 'menghidupi'
sakit, masih, tentu aja. dia masih berkeliaran kesana-kemari ngegodain gw dengan candaan gak masuk akal (kadang lucu dan manis, tapi ada kalanya candaan itu jadi bener2 nyakitin) dan juga masih getol tebar pesona kanan kiri (gak tau dia sengaja atau engga)
tapi sekarang rasa sakit itu hinggapnya engga se-lama kemarin2. sekarang semua terasa makin masuk akal.
dan apapun itu, gw cuma bisa bersyukur atas segala apa yang terjadi.
hidup emang berat kaya kata dunia. Tapi, hidup gue jelas-jelas sangat Amazing.
*laughs* ike, ike, diliat lagi kebelakang, mestinya u superduper malu sama kelabilan u dulu. ckckck you're really SOMETHING.
Oh my, I really miss myself who writes.


0 komentar:
Posting Komentar