Living Journal

a life time journey 세상에소리질러:사랑해

Status Quo

It's always about yourself. Saying something worth believing, but eventually repent and denied it. It's a brand new indulgence, isn't it? Driving someone mad and miserable. (baca: bingung dan jengah!!)- My status updates today.

pathetic. that's what you always want me to be, right?

lebih baik engga usah lakukan apa-apa, kalau memang gak ada yang bisa dilakukan. Daripada kelihatan berusaha, tapi didepan orang lain bilang bukan apa-apa.

kenapa?
buat apa?
menghibur?
mengasihani?

Apa? oh, tentu gua bersyukur sama kejadian hari ini. Well,-I don't know- I thought he wanted to treat me well, or maybe he wanted to draw close to me, or maybe the last and only place -and his last choice-he had was nearby me? (catatan: dia memang engga nempel2 or sumthing)

tentu aja gua seneng sama usahanya menunjukkan, "hei, aku mau kok berkomunikasi sama kamu. kita toh gak perang dingin, kan?"

tapi sangkalan yang dia lakukan gak lama sesudahnya menghancurkan semua pandangan baik gue ke dia. SELALU BEGITU. SE-LA-LU.

sepertinya sih memang gua terlalu sensitif, but who wouldn't be; if they were me?

kata-kata, perbuatan dan cara dia memandang itu menunjukkan kalau -seenggaknya- gua ini temen yang cukup berarti buat dia. Well, Iya 'dong?! Dia terlihat seneng2 aja kok ngobrol sama gue! That's fine! I'm smart enough to feel it anyway, tapi kenapa kok didepan orang lain dia selalu bersikap " Ng? anak itu temen gue? yeah, right. In her dreams. She don't even counts... *laughs*"

jadi ini bentuk nyata kebanggaan dia "Membuat seorang gadis senang dan menjatuhkan dari langit ke tujuh."

dia bilang itu dalam konteks bercanda, memang -meskipun gua gak ngerti selera bercandanya dia- tapi somehow itu terasa nyata sekali. bukan cuma 1 kali, tapi berkali2 gua merasa dia memang sengaja melakukannya. mungkin gak sengaja, gak jelas juga~~

entah, kalau di argue dia pasti mengeluarkan istilah "mengerti dengan hati" lagi. tapi enough!

Udalah, sikap gua engga akan berubah juga kok. Status ini akan tetap begini, kecuali dia yang berniat merubahnya -kearah manapun. Gua udah engga mau memilih jalan 'mencoba mengerti, menunggu dan berusaha melangkah maju' lagi.

It's a Status Quo - to keep things the way they presently are. That should fit perfectly.

Ike, dia TEMAN. kalau mau bad-mouthing, -gini- dia nyari elo cuma kalau butuh. Happy? Proud? You'd better watch out. Roses have thorns. So do the sweetness between the two of you. You one pathetic girl.

0 komentar:

Posting Komentar