Living Journal

a life time journey 세상에소리질러:사랑해

Ya uda lah. Pusing juga percuma T.T

Sekarang saya sedang berada dalam kondisi di mana saya ingin berhenti memusingkan segala sesuatu, dan menjalani apa yang ada di depan tanpa keraguan. - Cindy Chandry.

thanks to her ^^ her blog always inspire me in many ways ^^ *big hug for Cindy Chandry*
jadi sebenernya posting gue bikin u pusing ya cin? sorry for the mess ^^;;;;

Saat2 kaya begini gua bener2 harus menenangkan diri dan bilang sama diri sendiri " Ike! katanya mau berserah?! kok ngeluh lagi, ngeluh lagi?!"

actually, gua gak tau sebenernya lebih baik softspoken ngerti perasaan gue yang sebetul-betulnya sebenar-benarnya atau engga. :'(

don't think people will get understand about how i think, how i feel.

tapi sebenernya jauh dalam lubuk hati gue, gua mau dia baca posting2 ini. tapi gua gak tau dampaknya apa ke gue... ^^; ada banyak kemungkinan dia bakal jijik sama gue kali yah ^^;
karena ternyata selama ini hal kecil sekalipun gue inget :p

tapi sebenernya lebih bagus, ya? kalau ternyata dia memang gak mau terjadi sesuatu yang lebih jauh (baca: PARAH) antara gua sama dia, ketika dia akhirnya tau karakter gue yang sebenernya, pasti dia lebih terdorong untuk mundur, dong yah?? hmmmm sebenernya ada positifnya juga. negatifnya ya gue bakal malu setengah mati. baca blog gue berarti baca hati gue. wkwkwkwk :D

tapi udahlah. toh dia udah tau 80% perasaan gue kan. yang sering engga dia pedulikan itu pendapat pribadi gue. masalahnya dia tipe orang yang suka berasumsi sih (salahkan sifat melankolik akutnya, tuh ==a) *siggghhh* jadi terserah dialah, mau berasumsi tentang perasaan gua kaya apa.

paling2 gua cuma dianggap fangirl blo'on yang bisa diajak becanda dan diledek2~ *kesel*

tapi seandainya dia bener2 baca.... @.@ *berhenti membayangkan*

HARI INI! ya ampun. kenapa yah gua mesti suka sama orang yang bener2 tau caranya menggerakkan orang lain dan dia tau cara bikin gua KESEL. *gosh*

dia bilang, "aku gak pernah terjatuh dikesalahan yang sama dua kali"
nyatanya dia sudah jatuh dikesalahan ini 2-3 kali kok. masalahnya, dulu pun pernah dia nitipin hal penting dan gua lupa. setelah itu bikin dia repot. kali ini dia begitu lagi. tapi mungkin ini hal yang lebih besar dari sebelumnya. kalau gua jelasin ke dia, it will sound like an excuse karena dia pasti nganggep gua yang salah~ X( uwarghhhh~~~

waktu itu dia nitip pesen malem banget.. dan karena kebiasaan gua melupakan segala sesuatu, selama 2 hari gua nggak nyampein pesan itu ke nyokap. @.@ masalahnya kalau itu bukan salah gua, biasanya gua gak akan sedih atau semacamnya. tapi masalahnya I've been caught red-handed. memang gua lupa, that's it. gua sampe gak bisa membela diri loh!!! *MYGOD*

serius. sifat pelupa ini bener2 bikin gua kesel. MAU NANGIS RASANYA

soalnya biasanya keburukan ini engga membawa kerugian buat orang lain... biasanya sebelum dititipin pesen, gua pasti bilang sama si sender, "ingetin gue lagi yah... soalnya gua sangat pelupa." alhasil, biasanya mereka lebih maklum sama gua. tapi kali ini gua bahkan lupa, kalau deket sama bapak itu, indera gua lumpuh semua. gua bahkan lupa gua pelupa (loh?!)...

udah deh akut banget ini penyakit. gua sampe gak tau gimana caranya minta maaf. karena sepertinya buat dia ini serius banget.

masalahnya, sesederhana apapun kata2 yang dia keluarkan, itu bisa menyakiti gua dengan mudah ==a ........... dan sepertinya dia engga ngerti.

barangkali dia sering mengatakan sesuatu cuma karena bercanda atau gak sengaja; but i do remember everything clearly. belakangan tuh gua sadar- gua orang yang cukup teliti tentang hal kecil. bukan soal pekerjaan, tapi soal reaksi orang. jadi biasanya perkataan yang kedengarannya cuek, gak perduli atau egois bisa bikin gua kepikiran. apalagi kalau keluar dari orang yang disuka. -tau sendiri lah ya efeknya jadi berlipat2-

apalagi gua paling ga suka orang menganggap enteng sesuatu. It hurts real bad. T.T

Ah! satu lagi. dia bahkan sampe update status, "merasa lega itu langka." padahal sebelumnya dia bilang "ku tak akan menyerah,bla bla"

kalau liat status dia kepayahan begitu, gua gak punya pilihan lain selain prihatin sama dia dan prihatin sama keadaan gua sendiri. well, i can't really tell him, karena dia pasti mikir aneh2. salah satunya pasti, "kok anak ini peduli bener sama gue" jadi gua simpen sendiri aja deh. toh banyak orang yang peduli sama dia. *laughs*

terkadang gua punya pikiran jahat dan egois, " Diantara sekian banyak kondisi, kenapa kok gua menempatkan diri dan memilih posisi yang sulit? disaat semua orang bisa dengan mudah mencintai orang lain. kenapa gua malah menjebak diri gua sama orang yang terkadang engga terasa nyata?"

ENTAHLAH!! I've promised myself -not to drowned by the awkward situation. masalahnya gak worth-it kalau ternyata dia bahkan gak sedikitpun memusingkan perasaan gue. well, i know right from the start kalau gua gak berarti apapun buat dia. jadi ya sudahlah. Deal With It.

Doa gua mulai berubah, bukan lagi 'Semoga dia paham tentang perasaan gue' karena dia udah tau semuanya; bukan lagi 'Semoga hati gua engga terluka sama reaksi yang engga gua harapkan' tapi,
'Semoga dia tidur nyenyak saat ini' dan ' Semoga dia tau gua peduli.'

Ah! satu lagi. Makasih buat seseorang yang mengalamatkan diri sebagai 'follower setia'. Yes, it's you indeed :D kamu harus tau, dek. pengertian yang kamu kasih ke aku bener2 berarti loh. Kalau bukan kamu, sepertinya orang lain engga akan paham. Thanks A Bunch!!!!! *hugs and kisses*

0 komentar:

Posting Komentar